- Umat Buddha di Indonesia merayakan Hari Raya Waisak pada 31 Mei 2026.
- Waisak untuk memperingati kelahiran, pencerahan, serta wafatnya Sang Buddha Siddhartha Gautama.
- Perayaan Waisak di Candi Borobudur dilakukan melalui prosesi khidmat.
Suara.com - Hari Raya Waisak, atau yang dikenal sebagai Tri Suci Waisak, merupakan momen paling suci bagi umat Buddha di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Perayaan ini memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Siddhartha Gautama: kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Sang Buddha.
Di Indonesia, Waisak dirayakan dengan khidmat, terutama di Candi Borobudur, dengan prosesi pindapata, pelepasan lampion, dan meditasi massal. Tahun ini, Hari Raya Waisak jatuh pada hari Minggu, 31 Mei 2026.
Karena sifatnya yang sakral, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari agar tidak mengganggu nilai spiritual hari tersebut. Berikut daftar pantangan utama saat merayakan Hari Raya Waisak.
1. Membunuh atau Menyakiti Makhluk Hidup
Salah satu sila dasar Buddhisme adalah ahimsa (tidak membunuh). Pada hari Waisak, umat Buddha sangat dianjurkan menghindari segala bentuk kekerasan.
Jangan membunuh serangga, hewan, atau bahkan memancing. Banyak umat yang memilih vegetarian sepanjang hari untuk menghormati kehidupan.
2. Mengonsumsi Alkohol dan Zat Memabukkan
Menurut Pancasila Buddhis, mengonsumsi minuman keras atau obat-obatan yang memabukkan adalah pantangan.
Alkohol dapat mengganggu kejernihan pikiran yang menjadi inti dari meditasi dan refleksi Waisak. Hindari pesta minum atau minuman beralkohol di hari tersebut.
Baca Juga: Ribuan Umat Larut dalam Doa Bersama Waisak, Pesan Tekad Awal Menggema
3. Makan Daging dan Makanan Beraroma Kuat
Meski Buddhisme tidak secara mutlak melarang daging, pada hari suci seperti Waisak banyak umat yang mempraktikkan vegetarianisme penuh.
Beberapa tradisi bahkan menghindari bawang merah, bawang putih, dan makanan beraroma kuat karena dianggap mengganggu konsentrasi meditasi.
4. Berperilaku Kasar, Marah, atau Ribut
Waisak adalah hari kedamaian dan cinta kasih. Hindari bertengkar, mengumpat, atau menunjukkan emosi negatif.
Di vihara atau area perayaan, bicaralah dengan suara pelan dan hindari perilaku yang mengganggu orang lain yang sedang berdoa atau meditasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan
-
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI
-
The Beatles Warnai Rivalitas Argentina vs Inggris: Dominasi Tangga Lagu hingga Skandal Band Palsu
-
Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris
-
10 Trik Kotor Kiper Argentina Emiliano Martinez Bikin Publik Inggris Ketar-ketir
-
Makna Tersembunyi Jersey Argentina Lawan Inggris: Warisan Budaya hingga Memori 1986
-
AI Prediksi Hasil Inggris vs Argentina: Albiceleste Menang Dramatis, Messi dan Kane Cetak Gol?
-
Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan
-
Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah