Lifestyle / Komunitas
Kamis, 28 Mei 2026 | 13:35 WIB
ilustrasi Hari Raya Waisak (Pexels/Vichea Sam)
Baca 10 detik
  • Umat Buddha di Indonesia merayakan Hari Raya Waisak pada 31 Mei 2026.
  • Waisak untuk memperingati kelahiran, pencerahan, serta wafatnya Sang Buddha Siddhartha Gautama.
  • Perayaan Waisak di Candi Borobudur dilakukan melalui prosesi khidmat.

5. Berpakaian Tidak Sopan

Saat mengikuti prosesi atau berkunjung ke vihara/Candi Borobudur, hindari pakaian pendek, ketat, atau terbuka.

Umat Buddha biasanya mengenakan baju putih panjang sebagai simbol kesucian. Pakaian sopan menunjukkan rasa hormat terhadap hari suci ini.

6. Mengganggu Prosesi Ibadah

Jangan mengambil foto dengan flash, berlarian, atau berbicara keras saat ada puja bakti, pelepasan lampion, atau detik-detik Waisak.

Di Candi Borobudur, ada aturan khusus seperti dilarang membawa payung dan wajib membawa tumbler sendiri untuk menjaga kebersihan.

7. Fokus pada Hiburan Duniawi Berlebihan

Hindari menonton film kekerasan, bermain game online berjam-jam, atau berbelanja berlebihan. Waisak lebih baik digunakan untuk introspeksi, membaca ajaran Buddha, dan melakukan amal.

Banyak umat yang memanfaatkan hari ini untuk membersihkan vihara atau berbagi makanan dengan sesama.

Baca Juga: Ribuan Umat Larut dalam Doa Bersama Waisak, Pesan Tekad Awal Menggema

8. Melupakan Toleransi antar Umat Beragama

Meski Waisak adalah hari umat Buddha, di Indonesia yang multikultural, hindari sikap eksklusif.

Hormati tetangga yang tidak merayakan dan jaga kerukunan. Sebaliknya, gunakan momen ini untuk menebarkan perdamaian.

Dengan menghindari hal-hal di atas, kita tidak hanya menghormati ajaran Buddha, tapi juga menciptakan suasana yang lebih damai dan bermakna. Bagi umat Buddha, Hari Raya Waisak adalah pengingat untuk terus mengamalkan welas asih, kesabaran, dan kebijaksanaan dalam kehidupan sehari-hari.

Load More