- Pemilik Hanania Travel, Ahmad Farhan dan Nisa Bahri, diduga melakukan penipuan dan penggelapan dana ribuan calon jemaah umrah.
- Kasus ini terungkap setelah perusahaan gagal memberangkatkan jemaah dengan total kerugian mencapai Rp60 miliar akibat defisit keuangan.
- Para korban resmi melaporkan Ahmad Farhan ke Polda Metro Jaya pada 28 Mei 2026 setelah mediasi pengembalian dana gagal.
Tapi kejanggalan mulai muncul pada akhir Maret hingga April 2026. H-8 sebelum keberangkatan grup pertama, pihak Hanania tiba-tiba membatalkan perjalanan secara sepihak dengan alasan force majeure.
Hanania berdalih penerbangan tak bisa dilakukan karena kondisi perang Iran dan Timur Tengah yang tidak kondusif. Pasalnya sebagian besar calon jemaah transit lewat Dubai.
Namun rupanya calon jemaah yang menggunakan penerbangan langsung (direct flight) tanpa transit ke Dubai juga ikut dibatalkan.
Dari sana, sejumlah calon jemaah yang curiga melakukan penelurusan sendiri. Mereka menemukan bahwa tiket atau hotel memang belum diterbitkan.
Setelah didesak, Ahmad Farhan akhirnya mengaku memang alasannya adalah tidak adanya uang.
Finansial perusahaannya defisit sejak 2025. Strategi pemasaran yang jor-joran hingga hire influencer menjadi bumerang.
Meski menyadari ada masalah finansial, Hanania Travel tetap membuka layanan pemberangkatan pada 2026 dengan harapan bisa mendapat penghasilan lebih untuk menutup kekurangannya di 2025.
Tapi sistem gali lubang tutup lubang itu justru membuat dana jemaah kloter Juni, Juli, hingga Agustus lenyap. Estimasi total kerugian jemaah menyentuh angka fantastis, yakni Rp60 miliar.
Sudah Melakukan Mediasi
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Bikin Marco Travel Buat Strategi Khusus untuk Jamaah Haji dan Umroh
Sebelum resmi adanya laporan polisi, sebenarnya sudah diadakan penyelesaian secara kekeluargaan. Contohnya dalam mediasi yang difasilitasi Kementerian Haji pada pertengahan April 2026.
Pihak Hanania Travel berjanji akan mencicil pengembalian dana (refund) untuk kloter Syawal dalam tiga termin, yakni Mei sebesar 30 persen, Juni 40 persen, dan Juli 30 persen.
Namun, menjelang jatuh tempo termin pertama pada 29 Mei, Ahmad Farhan mengaku tak sanggup membayarkan refund tersebut.
Ahmad Farhan kemudian menawar untuk mencicil pelunasan selama dua tahun dengan dalih sudah tidak memiliki aset.
Menghadapi jalan buntu dalam mediasi, para jemaah akhirnya menyeret Ahmad Farhan ke Mapolda Metro Jaya.
Skandal ini menambah daftar panjang kasus penipuan perjalanan ibadah yang merugikan ribuan warga yang telah menabung bertahun-tahun demi pergi ke Tanah Suci.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
5 Moisturizer untuk Mencerahkan Wajah di Pagi Hari, Ringan dan Bikin Kulit Fresh
-
16 Juni 2026 Libur Apa? Ini Daftar Tanggal Merah Bulan Depan Menurut SKB 3 Menteri
-
Berapa Biaya Umrah di Hanania Travel? Diduga Tipu Calon Jemaah hingga Rugi Rp60 M
-
6 Zodiak yang Bakal Dihujani Keberuntungan di Bulan Juni 2026
-
3 Rekomendasi Lip Tint Tahan Lama, Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
-
6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
-
Mengapa Edukasi Menstruasi Bisa Membantu Menekan Risiko HIV pada Remaja?
-
Kopi Plant-Based Kian Digemari, Susu Kelapa Hadirkan Sensasi Gurih dan Creamy
-
Link Download Naskah Pidato Kepala BPIP untuk Amanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026
-
7 Sunscreen Stick Non-Comedogenic yang Nyaman untuk Kulit Berminyak dan Rentan Jerawat