- Kepala BGN Dadan Hindayana resmi dicopot mendadak, posisinya kini digantikan oleh Naniek S. Deyang.
- Pencopotan terjadi 48 jam usai Dadan menggagas program Makan Bergizi Gratis di Arab Saudi.
- Ide ekspansi dinilai prematur dan berisiko saat persoalan distribusi logistik domestik belum tuntas.
Suara.com - Hanya butuh waktu kurang dari 48 jam bagi Dadan Hindayana untuk kehilangan kursi strategisnya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Di saat publik masih menanti realisasi penuh program Makan Bergizi Gratis (MBG) di pelosok Tanah Air, Istana justru membuat kejutan dengan mencopot sang komandan secara mendadak.
Pertanyaan besar pun mencuat: Apakah pencopotan ini murni evaluasi kinerja, atau ada kaitannya dengan manuver Dadan yang ingin mengekspor program Makan Gratis hingga ke Arab Saudi?
Kejutan Selasa Petang di Istana
Pengumuman perombakan ini disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (2/6/2026) petang.
Posisi Dadan resmi digantikan oleh Naniek S. Deyang. Istana tidak hanya mengganti kepala badan, tetapi juga melantik dua Wakil Kepala BGN baru untuk memperkuat struktur organisasi.
Namun, tidak ada penjelasan rinci mengenai alasan di balik pemberhentian Dadan yang terbilang sangat kilat ini.
Lembaga ini memegang peranan sangat krusial dalam mengeksekusi program andalan Presiden Prabowo Subianto. Mengganti "nakhoda" di tengah jalan tentu memunculkan spekulasi liar di tengah masyarakat.
Jejak 48 Jam Sebelumnya: Blunder di Jeddah?
Jika ditarik mundur dua hari sebelum pencopotannya, tepatnya pada Minggu (31/5/2026), Dadan tengah berada di Arab Saudi. Ia menyambangi Sekolah Indonesia Jeddah untuk meninjau pendidikan anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Baca Juga: Kantor BGN Digeledah dan Dadan Hindayana Dikabarkan Ditangkap Kejagung, Begini Respons Dasco
Di sinilah wacana kontroversial itu lahir. Dadan mengaku mendapat aspirasi agar anak-anak PMI di Timur Tengah juga bisa merasakan fasilitas Makan Bergizi Gratis.
Merespons hal itu secara spontan, Dadan langsung menyusun draf rencana besar untuk mengekspansi layanan MBG ke luar negeri.
Bahkan, ia sesumbar sedang mengkaji regulasi untuk mendirikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan sekolah Indonesia di Jeddah dan berencana melaporkan draf usulan itu secara langsung kepada Presiden.
Mengapa Wacana Ini Menjadi Kontroversi?
Rencana Dadan di Jeddah memicu berbagai tanda tanya yang diyakini menjadi alasan kuat hilangnya kepercayaan Istana. Berikut adalah beberapa poin yang disorot publik:
- Fokus Domestik yang Belum Tuntas:
Publik menilai wacana ekspansi ke Timur Tengah terlalu prematur dan tidak sensitif. Di saat pemenuhan gizi dan distribusi logistik MBG di dalam negeri masih menghadapi tantangan geografis dan anggaran yang masif, memikirkan ekspansi ke luar negeri dianggap sebagai lompatan yang tidak realistis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia
-
Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan