Lifestyle / Komunitas
Rabu, 03 Juni 2026 | 20:43 WIB
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana. [Antara]
Baca 10 detik
  • Kejaksaan Agung mengusut dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis yang melibatkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana.
  • Dugaan korupsi terjadi melalui penunjukan yayasan mitra yang terafiliasi dengan pejabat BGN melalui pengaturan verifikasi portal mitra yang curang.
  • Mitra SPPG menerima pendapatan kotor Rp1,8 miliar per tahun, namun harus menutup modal awal mencapai Rp2,5 hingga Rp6 miliar.

Pada masa tersebut, pendapatan masih digunakan untuk menutup biaya pembangunan, pembelian alat, penyusutan aset, serta biaya operasional sehari-hari.

Karena itu, menurut BGN, pengelola SPPG umumnya belum menikmati keuntungan signifikan pada tahun pertama dan kedua.

Ada Risiko Kontrak Hanya Setahun

Potensi keuntungan dapur MBG juga dibarengi sejumlah risiko yang harus ditanggung mitra.

Salah satunya adalah masa kontrak yang hanya berlaku selama satu tahun. Perpanjangan kontrak sepenuhnya bergantung pada hasil evaluasi BGN terhadap kualitas layanan, kebersihan, dan kinerja operasional.

Jika tidak memenuhi standar, kontrak dapat dihentikan dan tidak diperpanjang.

Selain itu, seluruh biaya pemeliharaan gedung dan peralatan menjadi tanggung jawab mitra. Kerusakan alat, renovasi bangunan, hingga penyusutan aset harus ditanggung sendiri tanpa bantuan pemerintah.

Tidak Bisa Mengambil Untung dari Makanan

Banyak yang mengira keuntungan utama dapur MBG berasal dari pengadaan makanan. Namun BGN menegaskan hal tersebut tidak dimungkinkan dalam skema yang berlaku saat ini.

Dana bahan baku makanan ditempatkan dalam Virtual Account dan dikelola menggunakan prinsip at cost atau sesuai biaya riil.

Dengan sistem tersebut, dana pembelian bahan pangan tidak masuk ke rekening pribadi mitra. Seluruh transaksi harus sesuai bukti pembelian yang diawasi secara ketat.

Baca Juga: Rincian Korupsi Eks Kepala BGN: Proyek Sepeda Listrik MBG Hingga Sepatu

BGN juga menegaskan tidak ada margin keuntungan per porsi makanan. Jika terdapat sisa anggaran belanja, dana tersebut akan tetap berada dalam sistem dan dikembalikan sesuai mekanisme yang berlaku.

Karena itu, satu-satunya sumber pendapatan yang dapat diperoleh mitra adalah insentif fasilitas sebesar Rp6 juta per hari.

Jadi, Seberapa Menguntungkan Dapur MBG?

Secara nominal, pendapatan kotor hingga Rp1,8 miliar per tahun memang terlihat menarik. Namun angka tersebut harus dibandingkan dengan kebutuhan modal awal yang mencapai Rp2,5 miliar hingga Rp6 miliar, biaya operasional rutin, risiko kontrak tahunan, serta kewajiban pemeliharaan aset.

Dengan skema yang dijelaskan BGN, dapur MBG lebih menyerupai investasi jangka menengah dengan pengembalian modal sekitar dua hingga dua setengah tahun, bukan bisnis yang langsung menghasilkan keuntungan besar dalam waktu singkat.

Tapi dengan adanya kasus korupsi Kepala MBG ini membuka mata publik bahwa ternyata bisnis dapur MBG bisa begitu menggiurkan. Ini karena

Menurut Kejagung, ketiga tersangka diduga mengarahkan penyusunan kerangka acuan kerja (KAK) sehingga pengadaan tidak sesuai kebutuhan lapangan dan mengandung praktik mark up.

Terutama ketika muncul sejumlah proyek yang menjadi sorotan antara lain pengadaan 21.801 unit motor listrik senilai sekitar Rp1 triliun, pengadaan 32.000 pasang sepatu, puluhan ribu tablet, serta 5.400 unit televisi berukuran 75 inci.

Load More