- Kejaksaan Agung mengusut dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis yang melibatkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana.
- Dugaan korupsi terjadi melalui penunjukan yayasan mitra yang terafiliasi dengan pejabat BGN melalui pengaturan verifikasi portal mitra yang curang.
- Mitra SPPG menerima pendapatan kotor Rp1,8 miliar per tahun, namun harus menutup modal awal mencapai Rp2,5 hingga Rp6 miliar.
Pada masa tersebut, pendapatan masih digunakan untuk menutup biaya pembangunan, pembelian alat, penyusutan aset, serta biaya operasional sehari-hari.
Karena itu, menurut BGN, pengelola SPPG umumnya belum menikmati keuntungan signifikan pada tahun pertama dan kedua.
Ada Risiko Kontrak Hanya Setahun
Potensi keuntungan dapur MBG juga dibarengi sejumlah risiko yang harus ditanggung mitra.
Salah satunya adalah masa kontrak yang hanya berlaku selama satu tahun. Perpanjangan kontrak sepenuhnya bergantung pada hasil evaluasi BGN terhadap kualitas layanan, kebersihan, dan kinerja operasional.
Jika tidak memenuhi standar, kontrak dapat dihentikan dan tidak diperpanjang.
Selain itu, seluruh biaya pemeliharaan gedung dan peralatan menjadi tanggung jawab mitra. Kerusakan alat, renovasi bangunan, hingga penyusutan aset harus ditanggung sendiri tanpa bantuan pemerintah.
Tidak Bisa Mengambil Untung dari Makanan
Banyak yang mengira keuntungan utama dapur MBG berasal dari pengadaan makanan. Namun BGN menegaskan hal tersebut tidak dimungkinkan dalam skema yang berlaku saat ini.
Dana bahan baku makanan ditempatkan dalam Virtual Account dan dikelola menggunakan prinsip at cost atau sesuai biaya riil.
Dengan sistem tersebut, dana pembelian bahan pangan tidak masuk ke rekening pribadi mitra. Seluruh transaksi harus sesuai bukti pembelian yang diawasi secara ketat.
Baca Juga: Rincian Korupsi Eks Kepala BGN: Proyek Sepeda Listrik MBG Hingga Sepatu
BGN juga menegaskan tidak ada margin keuntungan per porsi makanan. Jika terdapat sisa anggaran belanja, dana tersebut akan tetap berada dalam sistem dan dikembalikan sesuai mekanisme yang berlaku.
Karena itu, satu-satunya sumber pendapatan yang dapat diperoleh mitra adalah insentif fasilitas sebesar Rp6 juta per hari.
Jadi, Seberapa Menguntungkan Dapur MBG?
Secara nominal, pendapatan kotor hingga Rp1,8 miliar per tahun memang terlihat menarik. Namun angka tersebut harus dibandingkan dengan kebutuhan modal awal yang mencapai Rp2,5 miliar hingga Rp6 miliar, biaya operasional rutin, risiko kontrak tahunan, serta kewajiban pemeliharaan aset.
Dengan skema yang dijelaskan BGN, dapur MBG lebih menyerupai investasi jangka menengah dengan pengembalian modal sekitar dua hingga dua setengah tahun, bukan bisnis yang langsung menghasilkan keuntungan besar dalam waktu singkat.
Tapi dengan adanya kasus korupsi Kepala MBG ini membuka mata publik bahwa ternyata bisnis dapur MBG bisa begitu menggiurkan. Ini karena
Menurut Kejagung, ketiga tersangka diduga mengarahkan penyusunan kerangka acuan kerja (KAK) sehingga pengadaan tidak sesuai kebutuhan lapangan dan mengandung praktik mark up.
Terutama ketika muncul sejumlah proyek yang menjadi sorotan antara lain pengadaan 21.801 unit motor listrik senilai sekitar Rp1 triliun, pengadaan 32.000 pasang sepatu, puluhan ribu tablet, serta 5.400 unit televisi berukuran 75 inci.
Berita Terkait
-
Rincian Korupsi Eks Kepala BGN: Proyek Sepeda Listrik MBG Hingga Sepatu
-
Kejagung Ungkap Detik-detik Penangkapan Dadan Hindayana dan Dua Eks Pimpinan BGN
-
Ambisi Prabowo Saat 30 Ribu Dapur MBG Berjalan: 3 Juta Lapangan Pekerjaan Tercipta
-
Korupsi MBG, Kejagung Telusuri Ribuan SPPG yang Diduga Terafiliasi Dadan Hindayana
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Ibadah Menjadi WNI: Mengapa Menertawakan Keadaan Jadi Tameng Terakhir Kita?
-
Solusi Finansial WNI di Taiwan, BRImo Hadir Permudah Transaksi Lintas Negara
-
Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia
-
Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras