Lifestyle / Male
Selasa, 09 Juni 2026 | 14:07 WIB
Tampil Bugar Hingga Menit Terakhir: Panduan Nutrisi Anti-Lemas untuk Pemain Sepak Bola (Dok. Istimewa)
Baca 10 detik
  • Dr. Krissy Ladner menyarankan pemain mengonsumsi makanan utama seimbang tiga setengah jam sebelum pertandingan untuk mengoptimalkan cadangan glikogen.
  • Pemain sebaiknya menghindari makanan tinggi lemak atau serat guna mencegah gangguan pencernaan dan ketidaknyamanan selama pertandingan berlangsung.
  • Atlet perlu mengonsumsi sumber karbohidrat sederhana satu jam sebelum bertanding untuk menjaga stabilitas energi dan fokus fisik.

Tambahan Energi Satu Jam Sebelum Kick-Off

Memasuki satu jam terakhir sebelum pertandingan, kebutuhan nutrisi berubah. Pada fase ini, pemain tidak lagi membutuhkan makanan berat, melainkan tambahan energi yang ringan dan mudah diserap tubuh.

Dr. Ladner menyarankan konsumsi sekitar 30 hingga 60 gram karbohidrat sederhana, ditambah elektrolit dan cairan untuk membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil hingga pertandingan dimulai.

Pilihan yang dapat dikonsumsi antara lain pisang, minuman olahraga, gel karbohidrat, atau granola bar berukuran kecil yang disertai air putih.

“Pilih makanan yang sudah familiar bagi tubuh Anda. Jika Anda belum pernah mengonsumsinya saat latihan, jangan mencobanya sebelum pertandingan. Ini bukan waktu yang tepat untuk bereksperimen dengan makanan baru,” kata Dr. Ladner.

Prinsip ini penting karena setiap orang memiliki respons pencernaan yang berbeda. Makanan atau minuman yang belum pernah dicoba sebelumnya berisiko menimbulkan gangguan lambung yang justru merugikan saat pertandingan berlangsung.

Meluruskan Mitos Carb-Loading

Salah satu kebiasaan yang masih banyak dilakukan pemain adalah mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah besar pada malam sebelum pertandingan atau yang dikenal sebagai carb-loading. Namun, menurut Dr. Ladner, strategi ini tidak selalu diperlukan.

“Ada satu hal yang hampir setiap minggu harus saya jelaskan: Anda tidak perlu melakukan carb-loading atau mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah besar pada malam sebelum pertandingan, kecuali jika kompetisi yang diikuti berlangsung lebih dari dua hingga tiga jam,” ungkapnya.

Baca Juga: Platform Resep Gerak Berbasis Ilmiah Hadir, Bantu Masyarakat Hidup Aktif dan Aman

Pertandingan sepak bola reguler yang berlangsung selama 90 menit umumnya tidak membutuhkan strategi tersebut. Bagi sebagian besar pemain, makan malam yang normal dan seimbang sudah cukup. Fokus utama justru harus diberikan pada pemenuhan energi yang tepat pada hari pertandingan.

Carb-loading baru menjadi relevan bagi atlet yang mengikuti turnamen dengan beberapa pertandingan dalam satu hari atau kompetisi dengan durasi yang jauh lebih panjang.

Berlaku untuk Semua Tingkatan Pemain

Menariknya, strategi nutrisi ini tidak hanya ditujukan bagi atlet profesional. Prinsip yang sama juga dapat diterapkan oleh pemain amatir, pemain komunitas, hingga mereka yang rutin bermain sepak bola pada akhir pekan.

“Satu hal yang selalu saya sampaikan kepada para pemain akhir pekan adalah bahwa prinsip-prinsip ini berlaku sama, baik bagi pemain klub profesional maupun mereka yang bermain di liga komunitas pada hari Minggu. Tubuh manusia bekerja dengan sumber energi yang sama,” ujar Dr. Ladner.

Perbedaannya mungkin hanya terletak pada ukuran porsi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu. Namun, komponen dasarnya tetap sama, yaitu karbohidrat, protein, buah dan sayuran, serta hidrasi yang cukup.

Jangan Mencoba Hal Baru Saat Hari Pertandingan

Di antara seluruh strategi nutrisi yang ada, Dr. Ladner menekankan satu aturan yang menurutnya paling penting, yakni no-surprises rule atau aturan tanpa kejutan.

“Jangan pernah mencoba sesuatu yang baru pada hari pertandingan. Uji terlebih dahulu rencana nutrisi Anda saat latihan. Perhatikan bagaimana perut Anda merespons dan bagaimana kondisi kaki Anda pada menit ke-75. Setelah menemukan apa yang paling sesuai, pertahankan pola tersebut,” tegasnya.

Dengan kata lain, rencana nutrisi terbaik adalah yang telah teruji dan terbukti cocok dengan kebutuhan tubuh masing-masing. Konsistensi menjadi kunci agar pemain dapat tampil optimal sepanjang pertandingan.

“90 menit pertandingan adalah milik para pemain. Namun, 3,5 jam sebelumnya adalah milik Anda,” tutup Dr. Ladner.Artikel ini cocok untuk rubrik kesehatan, gaya hidup sehat, olahraga, maupun edukasi nutrisi atlet.

Load More