- Kementerian Pertahanan menyelenggarakan Latsarmil bagi warga sipil dan ASN untuk membentuk Komponen Cadangan guna mendukung pertahanan negara.
- Kasus kematian peserta saat pelatihan memicu evaluasi mendalam serta kritik publik terkait penerapan elemen militer yang terlalu berat.
- Kemhan mengubah format pelatihan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial dengan pendekatan yang lebih humanis sejak Juni 2026.
Suara.com - Latsarmil, singkatan dari Latihan Dasar Kemiliteran, merupakan program pelatihan dasar yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) untuk membentuk Komponen Cadangan (Komcad) TNI.
Program ini dirancang untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan dasar kemiliteran kepada warga sipil, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN), calon pegawai negeri, serta kelompok masyarakat lainnya, agar mereka siap mendukung pertahanan negara dalam sistem pertahanan semesta.
Secara historis, Latsarmil telah menjadi bagian penting dalam pembentukan Komcad sejak beberapa tahun terakhir. Peserta diajarkan disiplin militer, teknik dasar pertahanan, ketangguhan fisik, serta nilai-nilai kebangsaan.
Durasi pelatihan biasanya berlangsung beberapa minggu hingga bulan, tergantung gelombang dan matra (Darat, Laut, Udara).
Pada tahun 2026, ribuan ASN dari berbagai kementerian dan lembaga mengikuti Latsarmil Gelombang I di lokasi seperti Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Tujuannya untuk memperkuat ketahanan nasional dengan menciptakan cadangan kekuatan yang terlatih di tengah ancaman yang semakin kompleks.
Manfaat dan Kontroversi Latsarmil
Manfaat Latsarmil sangat dirasakan peserta. Selain membentuk karakter disiplin, kepemimpinan, kerja sama tim, dan semangat bela negara, pelatihan ini juga meningkatkan ketangguhan mental dan fisik.
Bagi ASN, program ini diharapkan membuat mereka lebih tangguh dalam menjalankan tugas birokrasi.
Bagi kelompok lain seperti calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Latsarmil awalnya dimaksudkan untuk membekali integritas, etos kerja, dan kemampuan bekerja di bawah tekanan agar mampu mengelola koperasi secara profesional dan berkontribusi pada ekonomi kerakyatan.
Baca Juga: Gerindra Minta Evaluasi Total Latsarmil, Tapi KDMP dan KNMP Harus Tetap Jalan
Namun, program ini sempat menuai sorotan publik. Beberapa peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola koperasi meninggal dunia selama pelatihan.
Kasus ini memicu evaluasi mendalam dari pemerintah dan kritik dari berbagai pihak, termasuk Amnesty International Indonesia, yang menyerukan agar pelatihan lebih humanis dan fokus pada aspek manajerial daripada elemen militer yang berat.
Perubahan Kebijakan: Dari Latsarmil ke Latihan Bela Negara dan Manajerial
Menanggapi masukan dan evaluasi, Kementerian Pertahanan pada akhir Juni 2026 resmi menghentikan penggunaan istilah dan format Latsarmil untuk kelompok calon manajer koperasi.
Program ini diubah menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial. Perubahan ini merupakan tindak lanjut evaluasi bersama untuk menyesuaikan pendekatan agar lebih sesuai dengan kebutuhan peserta sipil.
Menurut Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, terminologi dan pelaksanaan kini diarahkan pada pembekalan bela negara dan manajerial, bukan Latsarmil lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Berapa Harga Sepatu Lari Diadora Ori? Ini 3 Rekomendasi Termurah untuk Daily Run
-
Sunscreen Bebas Alkohol Apa Saja? Ini 5 Pilihan Mulai Rp30 Ribuan dan Sudah BPOM
-
Libur Sekolah sampai Kapan? Intip Jadwal Masuk untuk Tahun Ajaran Baru 2026/2027
-
Bingung Pilih AC Low Watt atau Inverter? Ini Perbedaannya, Jangan Salah Beli
-
Kenapa Tawas Bisa Menghilangkan Bau Ketiak? Begini Cara Kerjanya
-
5 Rekomendasi Serum Somethinc Sesuai Masalah Kulit, Lengkap dengan Harga dan Review Pembeli
-
Link Download Logo HUT ke-81 RI 2026 Lengkap dengan Pedomannya
-
Foundation Stick Merek Apa yang Bagus? Ini 3 Pilihan yang Dipuji Pengguna
-
Liburan Tak Biasa untuk Gen Alpha, Saatnya Bermain Sambil Belajar di Kampung Main
-
4 Serum di Indomaret untuk Dark Spot dan Wajah Kusam Mulai Rp20 Ribuan, Lengkap dengan Review