Lifestyle / Komunitas
Kamis, 09 Juli 2026 | 23:22 WIB
Universitas Indonesia meluncurkan Aplikasi MAKA. (Suara.com)
Baca 10 detik
  • Universitas Indonesia meluncurkan Aplikasi MAKA pada 9 Juli 2026 di Science Techno Park untuk mendukung tumbuh kembang anak.
  • Aplikasi edukasi berbasis gamifikasi ini menawarkan 300 level permainan yang disesuaikan dengan kurikulum tumbuh kembang anak Indonesia.
  • MAKA memiliki fitur pembatasan durasi penggunaan otomatis selama 30 menit guna mengajarkan pemakaian gawai secara bijak kepada pengguna.

Otomatis Terkunci Setelah 30 Menit

Salah satu keunggulan MAKA adalah adanya pembatasan durasi penggunaan. Aplikasi akan terkunci otomatis setelah digunakan selama 30 menit dan baru bisa dimainkan kembali setelah 24 jam.

"Kami ingin mengajarkan penggunaan gadget secara bijak. Filosofinya seperti pisau, bisa digunakan untuk hal yang baik atau buruk. Karena itu kami menghadirkan aplikasi edukatif sekaligus membatasi waktu penggunaannya," kata Luthfi.

Selain itu, seluruh konten disesuaikan dengan usia anak. Orang tua dapat memilih materi sesuai tahap perkembangan sehingga stimulasi yang diberikan lebih tepat sasaran.

Punya 7 Game dan 300 Level

MAKA menghadirkan tujuh jenis permainan edukatif dengan sekitar 300 level yang dirancang untuk melatih berbagai kemampuan anak.

Beberapa fitur yang tersedia antara lain:

  • belajar menulis dari coretan hingga huruf dan kalimat;
  • mengenal bentuk dan puzzle digital;
  • mengelompokkan hewan berdasarkan habitatnya;
  • mengenali suara hewan;
  • stimulasi membaca;
  • latihan kemampuan kognitif dasar.

Menurut Luthfi, seluruh permainan mengangkat konteks sosial dan budaya Indonesia, mulai dari profesi hingga jenis hewan yang akrab dengan kehidupan sehari-hari anak Indonesia.

"Kalau aplikasi luar menggunakan konteks negara mereka, di MAKA anak-anak juga belajar mengenal budaya dan lingkungan Indonesia," katanya.

Baca Juga: Langganan Strava Kena Pajak, Ini 4 Aplikasi Lari yang Bisa Dipakai Gratis

Bisa Diunduh di Indonesia hingga Asia Tenggara

Luthfi mengungkapkan pengembangan MAKA memakan waktu sekitar enam bulan melalui kolaborasi dosen UI dengan mitra industri.

Aplikasi tersebut sudah dapat diunduh di Android maupun App Store, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di beberapa negara Asia Tenggara seperti Malaysia dan Singapura melalui platform maka.asia.

MAKA menyediakan akses gratis untuk sejumlah fitur edukasi. Ke depan akan tersedia layanan berbayar guna mendukung pengembangan aplikasi.

Meski ditujukan bagi anak usia 3-8 tahun, Luthfi mengatakan MAKA juga berpotensi dimanfaatkan sebagai media stimulasi kognitif bagi kelompok pengguna lain, termasuk lansia dengan gangguan penurunan fungsi kognitif.

Ke depan, tim pengembang juga akan menambah fitur belajar membaca, menulis, berhitung, hingga materi untuk anak usia sekolah agar manfaat aplikasi semakin luas.

Load More