- Setrika lengket dapat meninggalkan noda atau merusak pakaian karena sisa bahan kain, kotoran, dan residu produk perawatan menempel pada alasnya.
- Lapisan kotoran yang dibiarkan terlalu lama bisa semakin sulit dibersihkan dan mengganggu proses menyetrika.
- Setrika lengket dapat dibersihkan menggunakan bahan sederhana di rumah, tetapi prosesnya harus dilakukan dengan hati-hati agar alas setrika tidak rusak.
Suara.com - Setrika lengket bisa menjadi masalah ketika sedang merapikan pakaian. Alih-alih membuat baju tampak halus dan rapi, permukaan setrika yang kotor justru berisiko meninggalkan noda atau merusak kain.
Kondisi tersebut biasanya terjadi karena ada sisa bahan pakaian, kotoran, atau residu produk perawatan kain yang menempel pada bagian bawah setrika.
Jika dibiarkan terlalu lama, lapisan tersebut dapat semakin sulit dibersihkan dan mengganggu proses menyetrika.
Namun, kamu tidak harus buru-buru membeli setrika baru ketika menghadapi masalah ini. Ada beberapa cara membersihkan setrika lengket menggunakan bahan sederhana yang mudah ditemukan di rumah.
Meski begitu, proses pembersihan perlu dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak permukaan alas setrika. Berikut cara mengembalikan setrika yang agar licin kembali.
Kenapa Setrika Bisa Lengket?
Setrika yang lengket umumnya disebabkan oleh penumpukan kotoran atau sisa bahan yang menempel pada bagian alasnya.
Merangkum panduan di AZKO dan Cleanipedia, ada beberapa faktor yang dapat memicu masalah tersebut, antara lain:
- Suhu setrika terlalu panas. Pengaturan suhu yang tidak sesuai dengan jenis kain dapat membuat bahan sintetis, plastik, atau sablon pada pakaian meleleh dan menempel di alas setrika.
- Residu produk perawatan pakaian. Sisa pelembut, kanji, atau deterjen yang masih menempel pada kain dapat berpindah ke permukaan setrika ketika terkena panas. Lama-kelamaan, residu tersebut membentuk lapisan yang terasa lengket.
- Debu dan kotoran menumpuk. Setrika yang jarang dibersihkan dapat mengalami penumpukan debu dan kotoran. Jika terus dibiarkan, permukaannya bisa menjadi kusam, kotor, dan lengket.
- Serat kain menempel pada alas setrika. Bulu-bulu halus dari pakaian, terutama ketika terkena panas atau kondisi lembap, dapat menggumpal dan menempel pada permukaan setrika.
- Kerak kapur pada setrika uap. Penggunaan air yang meninggalkan endapan mineral dapat memicu terbentuknya kerak di tangki maupun lubang uap. Kerak tersebut berpotensi mengganggu kinerja setrika dan meninggalkan noda pada pakaian.
Mengetahui penyebabnya dapat membantu kamu menentukan metode pembersihan yang tepat. Dengan begitu, kotoran bisa diangkat tanpa membuat permukaan setrika semakin rusak.
Cara Membersihkan Setrika yang Lengket
Ada beberapa bahan rumahan yang bisa dimanfaatkan untuk membersihkan permukaan setrika. Berikut cara yang dapat dicoba berdasarkan tingkat kotoran dan jenis alas setrika.
Menggunakan kertas koran
- Siapkan beberapa lembar kertas koran dan letakkan di permukaan yang tahan panas.
- Panaskan setrika pada suhu tinggi dengan fitur uap dalam kondisi mati.
- Gerakkan setrika di atas koran selama sekitar 10–15 menit.
- Jika masih lengket, taburkan sedikit garam halus di atas koran, lalu ulangi prosesnya dengan hati-hati.
Menggunakan pasta soda kue
- Campurkan soda kue dengan sedikit air hingga membentuk pasta.
- Pastikan setrika dalam keadaan mati, tercabut dari listrik, dan sudah dingin.
- Oleskan pasta pada bagian alas yang lengket.
- Gosok perlahan menggunakan kain atau sikat berbulu lembut.
- Bersihkan sisa pasta menggunakan kain lembap, lalu keringkan.
Menggunakan cuka putih
- Campurkan cuka putih dan air dengan perbandingan 1:1.
- Basahi kain bersih dengan campuran tersebut.
- Usapkan kain pada bagian alas setrika yang kotor.
- Gunakan sikat gigi bekas berbulu lembut untuk membantu membersihkan bagian yang sulit dijangkau.
- Lap kembali menggunakan kain bersih yang sedikit lembap, kemudian keringkan.
Menggunakan air sabun
- Campurkan dua tetes sabun cuci piring cair ke dalam secangkir air.
- Pastikan setrika sudah mati, tercabut dari listrik, dan dingin.
- Celupkan spons lembut ke dalam larutan tersebut.
- Usapkan spons pada permukaan alas setrika dengan tekanan ringan.
- Bersihkan sisa sabun dan pastikan alas benar-benar kering sebelum digunakan.
Menggunakan es batu
- Matikan setrika dan tunggu sampai benar-benar dingin.
- Siapkan baki berisi pecahan es batu.
- Letakkan bagian alas yang terkena benda meleleh di atas es selama kurang lebih 15 menit.
- Setelah benda yang menempel mengeras, angkat secara perlahan menggunakan spatula plastik.
Perlu diperhatikan, tidak semua metode cocok untuk setiap jenis setrika. Sebaiknya periksa buku petunjuk penggunaan terlebih dahulu, terutama jika setrika memiliki lapisan keramik, antilengket, atau lapisan khusus lainnya.
Hindari menggosok dengan benda kasar maupun mengerik permukaan menggunakan alat logam karena dapat menyebabkan goresan.
Cara Mencegah Setrika Jadi Lengket dan Berkerak
Setelah setrika kembali bersih, kamu juga perlu merawatnya agar masalah serupa tidak mudah muncul. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
- Atur suhu sesuai jenis kain. Periksa label perawatan pakaian sebelum menyetrika dan sesuaikan pengaturan panasnya.
- Jangan mendiamkan setrika terlalu lama. Terus gerakkan setrika secara merata agar panas tidak terpusat pada satu bagian pakaian.
- Bersihkan alas setrika secara rutin. Setelah selesai digunakan, tunggu sampai dingin, kemudian lap permukaannya menggunakan kain bersih dan kering.
- Gunakan air yang sesuai untuk setrika uap. Ikuti petunjuk produsen mengenai jenis air yang dianjurkan agar endapan mineral tidak mudah terbentuk.
- Untuk setrika uap, sosongkan tangki air setelah digunakan. Kebiasaan ini dapat membantu mengurangi penumpukan kerak kapur pada setrika uap.
- Cabut kabel setelah selesai menyetrika. Matikan setrika, kembalikan pengatur suhu ke posisi nol, lalu cabut kabel dari stopkontak.
Dengan membersihkan dan merawat setrika secara rutin, permukaannya dapat tetap terjaga sehingga proses menyetrika terasa lebih lancar.
Jangan lupa mencoba setrika terlebih dahulu pada bagian kecil pakaian yang tersembunyi sebelum menggunakannya kembali seperti biasa.