Jokowi Pakai Batik Mega Mendung di PN Jakarta Timur, Ini 4 Makna Filosofis di Balik Motifnya

Jum'at, 06 November 2026 | 11:10 WIB
Sidang Ijazah Palsu Jokowi | Joko Widodo | Jokowi
BACA 10 DETIK
  • Jokowi mengenakan batik Mega Mendung saat bersaksi di PN Jakarta Timur.

  • Batik Mega Mendung Jokowi menyimbolkan keteduhan, kewibawaan, dan ajaran kesabaran.

  • Motif legendaris khas Cirebon ini melambangkan kebebasan berpikir serta keharmonisan.

Jarak antar-awan pada guratan Mega Mendung menyimbolkan kebebasan berpikir yang luas tanpa batas.

Secara pakem tradisi, motif ini lekat dengan gradasi warna biru, dari biru muda yang melambangkan kecerahan hidup, hingga biru tua yang menggambarkan awan tebal pembawa hujan.

Hujan dalam filosofi Nusantara bukanlah simbol kesuraman, melainkan berkah yang dinanti-nanti untuk menyuburkan bumi dan memberikan kehidupan baru setelah masa-masa kering.

4. Warisan Mahakarya yang Diakui Dunia

Batik Mega Mendung memiliki pakem estetika tinggi. Secara historis, motif ini memadukan pondasi warna merah atau biru dengan gradasi tujuh warna pelengkap, mulai dari kuning, hijau, hitam, putih, cokelat, oranye, hingga ungu yang menghasilkan harmoni sembilan komposisi warna.

Saking ikoniknya, mahakarya Cirebon ini telah mendunia hingga pernah menjadi sampul buku Batik Design karya penulis asal Belanda, Pepin van Roojen.

Bahkan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berupaya mendaftarkannya ke UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia.

Tingginya nilai luhur Mega Mendung juga sempat ditekankan oleh Ketua Harian Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB), H. Komarudin Kudiya.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga marwah motif sakral ini agar ditempatkan sebagaimana mestinya, bukan diaplikasikan secara sembarangan pada medium yang kurang pantas seperti sandal hotel.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com