LINIMASA - Kondisi David korban penganiayaan Mario Dandy akhirnya berangsur membaik. Kabar ini disampaikan oleh Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya usai menjenguk David pada Minggu (26/02/23).
Gus Yahya menyampaikan bahwa kondisi David membaik dengan sangat cepat jauh dari perkiraan tim medis. Hal ini tentu saja menjadi kabar melegakan bagi semua pihak terutama keluarga.
"Alhamdulillah keadaan David membaik dengan cepat, bahkan lebih cepat dari yang diperkirakan oleh tim dokter sebelumnya, ini adalah pertanda yang sangat menggembirakan," ujar Gus Yahya dikutip dari Kanal YouTube Intens Investigasi.
Pada saat menjenguk, Ketum PBNU tidak secara langsung masuk ke ruang ICU tempat perawatan David, melainkan hanya bertemu dengan pihak keluarga saja. Melalui informasi dari keluarga dan juga tim medis, diketahui meski David masih dalam perawatan intensif namun kondisinya menunjukkan perkembangan yang baik.
Selanjutnya, Gus Yahya juga membeberkan beberapa perkembangan kesehatan David di antaranya sudah dilepasnya alat ventilator. Selain itu, dalam waktu dekat diperkirakan tingkat kesadaran David akan berangsur sempurna.
“Sekarang kondisinya sudah terlihat semakin membaik, misalnya bahwa ventilator sudah dilepas kemudian diperkirakan dalam waktu dekat Insya Allah tingkat kesadarannya sudah akan sempurna,” Ujar Gus Yahya.
Pada kesempatan yang sama, Gus Yahya juga memberi pesan kepada masyarakat khususnya bagi para orangtua untuk lebih memperhatikan anak-anaknya. Gus Yahya melihat ada yang tidak beres dalam pergaulan anak muda saat ini dan Beliau berharap kasus kekerasan ini tidak terulang kembali di masyarakat.
“Ini berarti bahwa kita punya masalah dengan cara bergaul, cara bertindak dari anak-anak kita, Saya kira keluarga-keluarga perlu lebih memperhatikan anak-anak khususnya dalam usia yang sulit, usia remaja ini perlu mendapatkan bimbingan yang lebih, dan mudah-mudahan hal seperti ini tidak terulang lagi,” Kata Ketum PBNU.
Hingga kini, kasus kekerasan yang menimpa putra pengurus GP Ansor tersebut masih terus diusut tuntas oleh pihak kepolisian. Satu-persatu tersangka penganiayaan diamankan oleh pihak berwajib termasuk barang bukti.
Berita Terkait
-
Alissa Wahid Sedih Wajah David Sudah Tidak Seperti Dulu Setelah Dihajar Mario Dandy
-
Kelakuan Bejat Anak Pejabat, Pamer Harta Berujung Petaka
-
Buntut Panjang Kasus Mario Dandy: Penganiayaan, Rafael Alun Dicopot hingga Borok Keluarga Dikuliti Warganet
-
Kakak Kedua Mario Dandy Pernah Disindir Mokondo oleh Seleb TikTok, Suka Minta Bayarin?
-
Sri Mulyani Bubarkan Klub Moge Dirjen Pajak, Dapat Masukan Bikin Klub Honda Beat Aja
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Liam Rosenior Tuduh Arsenal Tak Hormati Chelsea, Mikel Arteta Bantah Keras
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
Sulis Jadi Simbol Perempuan Muslim Berdaya Fatayat NU
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena