LINIMASA - Mantan juara kelas berat ringan UFC Jon Jones bakal baku hantam dengan Cyril Gane di dalam oktagon dalam waktu kurang dari sepekan.
Jon Jones memutuskan naik ke kelas berat UFC. Kini ia bakal memperebutkan sabuk juara yang ditinggalkan Francis Ngannou.
Laga perebutan sabuk juara kelas berat tersebut menjadi main event UFC 285 yang akan berlangsung di T-Mobile Arena, Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, pada Sabtu (4/3/2023) waktu setempat atau pada Minggu pagi (5/3/2023) sekitar pukul 09.00 WIB.
Penggemar mix martial art (MMA) pasti sudah tidak sabar menyaksikan langsung Jon Jones kembali bertarung.
Petarung asal Rochester, AS tersebut memang memiliki rekor cantik untuk urusan baku hantam. Ia mencatatkan 26 kali menang dan hanya sekali kalah.
Kekalahan Jones pun akibat diskualifikasi dan bukan kekalahan murni dari lawannya.
Penampilan Jones kini memang tampak lebih sangat dengan badan yang lebih besar. Fisiknya bertransformasi dari yang semula lebih kecil kini menjadi lebih jumbo.
Bidang otot berbentuk enam deretan tahu di bagian perut kini sirna dan digantikan dengan lemak yang tentunya terlihat tetap berisi. Jones menambah berat badannya untuk bisa naik kelas.
Ia menghabiskan waktu selama tiga tahun untuk menambah massa tubuhnya dengan tetap mempertahankan sisi atletisnya.
Baca Juga: Kemenag Salurkan Bantuan 13,2 Miliar untuk Korban Gempa Cianjur, Ini Targetnya
Jones mengakui kalau dirinya kini merasa lebih kuat dari versi sebelumnya. Ia mengklaim memiliki kekuatan yang lebih besar setelah menaikkan berat badannya.
Jon semula memiliki berat badan di kisara 93 kilogram dan menempati kelas berat ringan UFC. Kini massa tubuhnya naik menjadi 120,2 kg.
Jujur saya merasa seperti versi yang lebih kuat dari diri saya, ” kata Jones kepada wartawan melansir dari MMA Junkie.
“Saya tidak super ramping. Saya tidak memiliki sixpack (di bagian perut) seperti dulu. Butuh beberapa saat untuk membiasakan diri, Anda tahu maksud saya? Seperti, pada hari saya akan menilai tingkat kebugaran saya dengan cara saya melihat ke cermin," tambahnya.
Ia mengaku sekarang lebih merasa nyaman bekerja sebagai seorang atlit combat sport. Masuk ke dalam jajaran petarung kelas berat, Jones tidak harus menjalani diet dan bisa makan seenaknya.
"Saya kelas berat sekarang. Ini bukan tentang seperti apa penampilan Anda. Ini tentang bagaimana kinerja Anda. Saya merasa seperti tampil sangat baik," ucapnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Of Love and Other Demons: Kritik Tajam terhadap Takhayul dan Prasangka
-
Danantara Disebut Jadi Mesin Baru Ekonomi Indonesia, Siap Akhiri Era Inefisiensi BUMN
-
Profil Timnas Pantai Gading: Generasi Baru Gajah Afrika Siap Mengguncang Piala Dunia 2026
-
Polemik Anggaran Pendidikan! JPPI Sebut Jutaan Guru Hidup dengan Upah Tak Layak
-
Langkah Pemkot Malang Mengurai Benang Kusut Pasar Kebalen
-
Kasus Pelecehan Santri Pati: Selly Gantina Ingatkan Bahaya Sembunyikan Pelaku
-
Sebagai Santri, Saya Marah: Pelecehan Tak Boleh Dinormalisasi di Pesantren
-
Antisipasi Format Baru BWF, Audisi Umum PB Djarum 2026 Cari Atlet Agresif dan Tangguh dari Luar Jawa
-
IHSG Terpeleset Jatuh di Sesi I, 421 Saham Turun
-
Mendorong Perempuan Berdaya, PNM dan MES Berkolaborasi lewat Program Mba Maya