LINIMASA - Bagi kebanyakan orang, pewangi ruangan menjadi hal wajib yang harus masuk keranjang dan tercatat dalam list belanja bulanan.
Pewangi ruangan memiliki banyak varian bau, seperti manis, rempah, bunga, buah, dan yang lainnya.
Namun, ada yang unik dari salah satu jenama pengharum ruangan Kemayu yang menyediakan 35 varian unik berbau lokal seperti di antaranya aroma nasi uduk, es campur, kecombrang hingga rumah angker.
"Awalnya konsepku ingin wewangian khas Indonesia seperti salah satunya melati, namun sejak pandemi Covid-19 aku ingin berinovasi, kenapa tidak membuat sesuatu yang unik?" Ucap pemilik Kemayu, Vica Mardika, di Jakarta Selatan, Senin (6/3/2023), melansir dari Antara.
Wangi nasi uduk yang menjadi salah satu varian bau pengharum ruangan tersebut merupakan campuran wangi dari buah kelapa, daun salam, pandan, dan sereh.
Sementara varian es campur memiliki bau cocopandan. Seperti namanya, bau kecombrang memang disesuaikan dengan harum segar tanaman kecombrang.
"Varian rumah akngker sebetulnya wanginya menenangkan wakalu memang agak menyeramkan, kandungannya campuran woody, melati dan kamboja," katanya.
Menurutnya, meski terkesan menakutkan, tapi varian rumah angker laris manis di pasaran. Varian rumah angker dirilis Kemayu saat perayaan Hallowen akhir tahun lalu.
Satu botol pengharum ruangan memiliki harga Rp159 ribu sampai Rp600 ribu. Kemayu mampu meraih omzet hingga ratusan juta dalam sebulan.
Baca Juga: Bagaimana Cara Memperpanjang Durasi Kenikmatan, Pakai Dua Cara Ini Kata Buya Syakur
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan
-
Ridwan Kamil Siap-Siap, KPK Buka Peluang Panggil Lagi terkait Kasus Korupsi Bank BJB