LINIMASA - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir perdagangan Jumat naik tajam. Kenaikan ini berbarengan dengan sentimen risk on di pasar.
Jumat ini pupiah ditutup naik 192 poin atau 1,25 persen ke posisi Rp15.153 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya (17/3/2023) Rp15.345 per dolar AS.
"Rupiah menguat tajam disebabkan oleh kembalinya investor dari liburan dua hari Nyepi yang melewatkan rally di pasar atau risk on selama liburan," kata analis DCFX Futures Lukman Leong dikutip dari ANTARA, Jumat (24/3).
Sentimen risk on menunjukkan investor kembali meminati asset dan mata uang berisiko, salah satunya rupiah.
Lukman menuturkan rupiah juga menguat di tengah turunnya imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) setelah pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC), Bank Sentral AS atau The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin sesuai dengan perkiraan pasar namun memberikan pernyataan yang bernada dovish.
Imbal hasil obligasi AS tenor dua tahun sekarang berada di 3,788 persen dan tenor 10 tahun di 3,387 persen.
The Fed memproyeksikan setidaknya satu kenaikan suku bunga tambahan sebesar 25 basis poin pada akhir tahun 2023, tetapi menyatakan pihaknya setidaknya dapat menggambarkan titik penghentian awal untuk kenaikan suku bunga.
Dalam perubahan penting yang didorong oleh kegagalan mendadak Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank bulan ini, pernyataan kebijakan terbaru Fed tidak lagi mengatakan bahwa "kenaikan berkelanjutan" dalam suku bunga kemungkinan akan tepat. Bahasa itu telah ada di setiap pernyataan kebijakan sejak keputusan 16 Maret 2022 untuk memulai siklus kenaikan suku bunga.
Pasar telah memproyeksikan kenaikan suku bunga AS sebesar seperempat poin, tetapi investor juga mencermati komentar Ketua Fed Jerome Powell tentang krisis yang telah mengguncang bank global bulan ini.
Baca Juga: PSIS Semarang Perpanjang Kontrak Taisei Marukawa Hingga Akhir 2025
The Fed, bersama dengan bank-bank sentral utama lainnya, telah membuat ketentuan untuk melumasi roda sistem keuangan, setelah kegagalan beberapa pemberi pinjaman AS yang lebih kecil dan meledaknya Credit Suisse pada akhir pekan menyebabkan volatilitas pasar yang besar dan kerugian di saham dan obligasi perbankan khususnya.
Rupiah pada pagi hari dibuka meningkat ke posisi Rp15.167 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.140 per dolar AS hingga Rp15.207 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat menguat ke posisi Rp15.189 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp15.349 per dolar AS.(ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026
-
Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen
-
OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal
-
Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya
-
Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026
-
Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan
-
IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas
-
Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya