LINIMASA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya harus menjadwal ulang untuk melakukan pemeriksaan terhadap Mahendra Dito Sampurno atau Dito Mahendara. Pasalnya, Dito mangkir dari panggilan pemeriksaan yang rencananya dilakukan KPK pada Kamis (6/3/2023).
Dito bakal diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) tersangka mantan sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi.
"Yang bersangkutan mengirimkan surat ke penyidik dan menyatakan tidak bisa hadir hari ini. Saksi meminta untuk penjadwalan ulang kembali," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri, melansir Moots--jaringan Suara.com.
Lembaga anti rasuah belum memberi keterangan lebih lanjut terkait jadwal baru pemeriksaan Dito Mahendara. Ali mengatakan Dito harusnya bersikap kooperatif dan memenuhi jadwal pemeriksaan yang dilakukan penyidik KPK.
"KPK mengingatkan yang bersangkutan komitmen dan kooperatif hadir pada jadwal pemanggilan tim penyidik yang suratnya segera disampaikan," ucapnya.
Sebelumnya, Dito tercatat sekali memenuhi panggilan KPK, yakni pada Senin (6/2). Ketika itu ia diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap dan TPPU tersangka Nurhadi.
Nama Dito Mahendra menjadi populer setelah penyidik KPK menggeledah rumah Doto di Jakarta Selatan. Penyidik menemukan 15 pucuk senjata api yang sebagian di antaranya diduga merupakan senpi ilegal.
Temuan Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri, sembilan dari 15 senjata api yang ditemukan di rumah Dito Mahendra merupakan senpi ilegal atau tak berizin.
Kesembilan senjata api ilegal itu dijadikan barang bukti dalam perkara terkait dugaan pelanggaran tindak pidana Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.
Baca Juga: Bagi-Bagi Cuan Pakai Amplop Berlogo PDIP, Bawaslu Sebut Bukan Pelanggaran Pemilu, Kok Bisa?
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!
-
Serang Balik Maia Estianty, Ahmad Dhani Unggah Bukti Laporan KDRT Palsu
-
Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal
-
50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS
-
Penjualan Hewan Kurban di Sleman Lesu, Pedagang Keluhkan Penurunan Omzet
-
Targetkan 8 Besar Asia, Mathew Baker Optimis Bawa Garuda Muda ke Piala Dunia U-17
-
Jebakan Industri Gula Manis: Saat Bahagia Dijual dalam Gelas Plastik
-
Segmen Kaya Melaju Kencang, Volume Penjualan Kartu Kredit BRI Melonjak 45 Persen
-
Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab