/
Kamis, 04 Mei 2023 | 12:54 WIB
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di Kantor DPP Partai NasDem atau NasDem Tower, Jakarta Pusat, Jumat (10/3/2023). (Suara.com/Bagaskara)

LINIMASA - Pengamat politik sekaligus pegiat media sosial Jhon Sitorus menilai Presiden Joko Widodo alias Jokowi melakukan manuver tega terhadap Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh

Beberapa waktu lalu Jokowi mengundang para ketua partai ke kantor presiden. Pertemuan tersebut disebutnya sebagai agenda silaturahmi. Namun, pertemuan tersebut diduga membahas pula masalah Pilpres 2024

Jhon Sitorus menilai Surya Paloh tengah merasakan nasib apes setelah tak diundang oleh Jokowi. Meski bagian dari partai koalisi pemerintah, tapi NasDem kini seperti tak dianggap.

"Kasihan betul partai Nasdem. Ada tapi nggak dianggap," kata Jhon melansir dari Terkini.id--partner Suara.com, Kamis (4/5/2023).

Menurutnya, kemungkinan Jokowi tidak akan merombak kabinet atau resuffle dengan cara mencopot menteri dari Partai NasDem. Namun, mantan gubernur DKI Jakarta tersebut memiliki cara elegan lainnya untuk memperlakukan Paloh dan partainya. 

Ia menilai, Jokowi memperlakukan Paloh seperti raja dalam bidak catur yang tak kunjung diskakmat meski peluangnya untuk menang dalam permainan catur sudah tidak ada lagi. 

Jokowi, kata dia, malah terus mengulur waktu dan hanya berusaha menghabisi pion-pion miliki Paloh saja. Seolah Jokowi hendak mempermalukan Paloh dan NasDem. 

"Jalan catur Jokowi kembali menyiksa sang lawan. Tidak mereshuffle Nasdem, tetapi juga tidak menganggap Surya Paloh," ucapnya.

"Jangan ajari Jokowi main catur, strateginya sederhana tapi bikin lumpuh."

Baca Juga: Cek Fakta: Tak Hanya Amanda Manopo, Kini Putri Anne Cekcok dengan Arya Saloka hingga Videonya Viral

Load More