LINIMASA - Nama Dito Mahendra masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan masih menjadi buronan polisi. Hingga saat ini, keberadaannya masih belum diketahui untuk proses penegakkan hukum lebih lanjut terkkait kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal.
Menurut pernyataan dari Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, keberadaan Dito Mahendra saat ini didapatkan melalui koordinasi dengan pihak imigrasi, dan diketahui bahwa dia masih berada di Indonesia.
“Untuk saat ini hasil koordinasi dengan imigrasi, bahwa di perlintasan saudara Dito tidak terlihat dalam perlintasan. Artinya yang bersangkutan berada di dalam negeri ataupun di Indonesia,” ujar Djuhandhani dalam keterangannya dikutip Rabu (17/5/2023).
Dalam pernyataannya, Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menegaskan bahwa siapapun yang membantu dalam upaya menyembunyikan keberadaan tersangka Dito Mahendra dapat dikenakan pidana.
“Tentu saja ini juga sejak awal kami sampaikan, kalau memang terbukti ada yang berupaya menyembunyikan, itu juga ada ancaman pidana tersendiri,” katanya.
Terima kasih atas informasinya. Dari penjelasan Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, terungkap bahwa ancaman hukuman pidana bagi mereka yang membantu menyembunyikan keberadaan Dito Mahendra sudah menjadi risiko yang jelas.
Dalam peringatan ini, pihak berwenang telah mengingatkan bahwa membantu menutupi atau menyembunyikan tersangka merupakan tindakan yang melanggar hukum.
Meskipun durasi hukuman tidak dijelaskan secara spesifik, Djuhandhani memastikan bahwa mereka yang terlibat dalam membantu menyembunyikan Dito Mahendra akan dikenakan hukuman sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Durasi hukuman yang mungkin dikenakan akan bergantung pada berbagai faktor, termasuk peran dan tingkat keterlibatan individu tersebut dalam menyembunyikan Dito Mahendra.
Baca Juga: Hari Ini, KPK Klarifikasi LHKPN Tiga Pejabat Daerah yang Dinilai Mencurigakan
“Menyembunyikan itu pokoknya ada hukumannya,” tegasnya.
Berita Terkait
-
Kasus Dito Mahendra, Polisi Sebut Keluarga Tidak Tahu Keberadaan Tersangka
-
Tilang Manual Diberlakukan, Polri Bakal Sanksi Anggota Polisi jika Lakukan Pungli ke Pelanggar
-
Hendak Kirim Sabu Cair 267 Kilogram ke Napi Gunung Sindur, Bule Iran Berakhir Diringkus Polisi
-
Polisi Buru Pelaku Penganiayaan Sopir Taksi Online sambil Tenteng Pistol
-
Buntut Ancam Bunuh Warga Muhammadiyah karena Beda Rayakan Lebaran, AP Hasanuddin Dipolisikan
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
Sinopsis Gohan, Film Persahabatan Anjing dan Manusia yang Siap Bikin Nangis
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik