LINIMASA - Mengarungi bahtera rumah tangga bersama pasangan memang tidak lepas dari berbagai cobaan, seperti di antaranya terjadi perselingkuhan.
Perselingkuhan menjadi momok yang menakutkan dimana bisa menghancurkan sebuah pernikahan.
Pasalnya, bukanlah hal yang mudah untuk diterima begitu saja jika pasangan berkhianat, maka tak heran pihak yang tersakiti kebanyakan bingung harus berbuat apa.
Lantas dalam sebuah majelis ilmu, Buya Yahya menjelaskan terkait masalah tersebut dan tindakan apa yang baiknya diambil ketika pasangan berselingkuh dan berzina.
Menurut Buya Yahya, prioritas utama ketika mendapati pasangan berselingkuh adalah mendidiknya dengan adanya kesepakatan baru.
"Jika hati masih kuat untuk mendidik dia, maka itu jauh lebih bagus daripada dilepas tanpa didikan, sakit hati ya sakit, bagaimana tidak karena ada cinta ada hati" ujar Buya Yahya dikutip dari YouTube Al-Bahjah TV Jumat (19/5/2023).
"Harus ada komitmen baru, ada perjanjian, ada kesepakatan baru, maka mendidik jauh lebih bagus" sambungnya.
Lebih lanjut, Buya Yahya menjelaskan apabila pasangan tidak menunjukkan tanda-tanda penyesalan atas perbuatannya, maka berpisah jauh lebih baik daripada menyiksa diri.
Namun jika sebaliknya, akan lebih baik membantu pasangan untuk bertaubat dari kesalahannya dan kembali ke kehidupan berkeluarga yang indah.
"Kalau ada penyesalan dia, ketahuilah bahwasannya sambutlah kerinduannya untuk tobat, makanya bantu dia untuk bertobat diri dan terima lagi" ujar Buya Yahya.
Selanjutnya Buya Yahya menekankan untuk menerima pasangan lagi maka seseorang harus mampu.
Artinya jika sudah menerima jangan lagi mengungkit kesalahan pasangan sampai kapan pun dan tidak memendam amarah dalam hati.
Namun, apabila tidak mampu maka bercerai lebih baik tapi tanpa harus membicarakan kejelekan pasangan pada siapapun apalagi ke anak-anak.
"Kalau mampu itu menyimpan marah, bisa menyimpan sakit hatinya sampai kapanpun, kalau tidak mampu jangan, lebih baik dicerai tanpa harus bercerita apapun tidak usah disebutkan sebabnya" kata Buya Yahya.
Jadi, jika pasangan kita berselingkuh maka pilihan utama adalah membimbingnya semaksimal mungkin untuk bertaubat.
Berita Terkait
-
Inara Rusli Lepas Cadar, Begini Hukumnya dalam Islam Kata Buya Yahya
-
Titi Kamal Unggah Potret Lawas Digendong Christian Sugiono, Tepis Isu Keretakan Rumah Tangga?
-
Marak Perceraian Artis, Simak Tips agar Rumah Tangga Langgeng
-
Dear Desta-Natasha! Ini Cara Mendidik Anak Ketika Orang Tua Bercerai, Ingat Pesan Buya Yahya
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya
-
Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?