LINIMASA - Menko Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam), Mahfud MD, mengungkapkan bahwa mengidentifikasi buzzer di media sosial tidaklah mudah.
Hal ini, menurut Mahfud, disebabkan oleh pola serangan buzzer yang seringkali dilakukan secara acak tanpa pola yang jelas.
"Buzzer itu kan sulit diidentifikasi ya. Kadang kala setiap orang menjadi buzzer untuk siapa pun," ujar
"Kadang kala A menjadi buzzer untuk nyerang B, besoknya sudah nyerang si C, dan itu silang. Jadi itu kalau semuanya dilarang, itu bisa ribuan, setiap hari orang disebut buzzer," sambungnya.
Mahfud menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada bukti yang dapat menunjukkan bahwa para buzzer tersebut terorganisir dan didanai oleh pihak tertentu untuk mencapai tujuan tertentu.
"Yang disebut buzzer resmi yang katanya dibayar itu, itu selalu katanya-katanya. Ketika ditanya siapa yang bayar, siapa yang mengorganisir, tidak ada yang bisa membuktikan juga," tuturnya.
Dia juga menjelaskan bahwa pemerintah tidak dapat dengan mudah menindak buzzer-buzzer ini karena hal tersebut dapat menimbulkan persepsi adanya pembungkaman terhadap kebebasan berpendapat.
"Kalau orang buat berita yang tidak sopan lalu di takedown lah istilahnya. Tetapi kan susah ya, kalau begitu nanti bisa dituntut juga, pemerintah yang melanggar UU ITE,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Mahfud mendorong masyarakat untuk menjadi lebih sadar dan kritis terhadap informasi yang beredar di media sosial.
Baca Juga: Cek Fakta: Hasil Tes DNA Anak Nathalie Holscher Bikin Kaget, Ternyata Adzam Bukan Darah Daging Sule
"Mari kita bangun kesadaran masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap berita-berita, terutama kalau akun-akun yang tidak jelas itu tiba-tiba muncul ini, muncul itu yang tidak jelas," tukasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Kasus Ponpes Al Zaytun, Mahfud MD: Pemerintah Tidak Pernah Bubarkan Pesantren
-
Tanggapi Ungkapan Menkopolhukam, Bareskrim Polri Selidiki Dugaan TPPU Panji Gumilang
-
Kritikan Amien Rais Berujung Petaka, Mahfud MD Langsung Beri Peringatan Keras, Cek Faktanya
-
Dugaan Adanya Transaksi Mencurigakan, Ratusan Rekening Panji Gumilang Dibekukan
-
Dugaan TPPU, Menko Polhukam: PPATK Tengah Selidiki 256 Rekening Milik Pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Parade Juara Arsenal Berujung Rusuh: 16 Ditangkap dan Satu Orang Ditikam
-
Canggihnya Ambulans Universitas Sanata Dharma, Multifungsi dan Bisa untuk Operasi Ringan
-
Harga Avtur Turun 10 Persen Mulai 1 Juni
-
Bank Indonesia Bongkar Penyebab Rupiah Terus Tertekan
-
Aksi Kriminal Cerdas ala Money Heist dalam Prekuel Terbaru Serial Berlin!
-
Muhammad Yusuf Ateh Resmi Jadi Komisaris Telkomsel, Perkuat Strategi 5G dan Transformasi Digital
-
Kemenperin Minta Kaji Ulang Kemasan Polos Produk Tembakau
-
Arsenal 1 Tendangan 24 Persen Penguasaan Bola, Sir Alex Ferguson: Tim yang Membosankan
-
Viral! Gegara Hal Ini Polisi Banting dan Seret Wanita Hamil, Suami Korban Ikut Dipukuli
-
Bisnis Logistik Ikut Kecipratan Berkah Pariwisata Bali