Kebotakan adalah suatu gejala dimana rambut kepala seseorang mengalami kerontokan yang parah dan sulit untuk tumbuh lagi.
Kebotakan disebabkan oleh banyak faktor seperti perubahan hormon, faktor genetik, obat-obatan, menata rambut hingga beberapa penyakit tertentu.
Walaupun gejala kebotakan dapat terjadi di wanita, tetapi laki-laki memiliki peluang jauh lebih besar untuk mengalami gejala kebotakan, umumnya dimulai dari usia 50 tahun.
Bagi kebanyakan laki-laki, gejala kebotakan tentunya dapat menurunkan percaya diri dan terkesan tua di mata orang lain. Maka dari itu, banyak pria yang mencoba berbagai cara seperti memakai wig hingga transplantasi rambut untuk menutupi kepala pelontosnya.
Tidak perlu merogoh kocek yang besar atau perawatan yang ribet, kalian sudah dapat mencegah dan mengatasi gejala kebotakan kalian secara alami.
Berikut adalah beberapa tips yang dapat kalian lakukan untuk mencegah kebotakan pada pria:
1.Mengurangi Penggunaan Produk Penata Rambut
Apabila kalian serius ingin mencegah kebotakan, maka hal pertama yang dapat kalian lakukakan adalah mengurangi penggunaan produk penata rambut.
Menggunakan pomade, wax dan juga hairspray selama bertahun-tahun dapat menyebabkan rambut semakin rapuh dan menjadi salah satu faktor utama penyebab kebotakan.
Hindari juga alat pelurus rambut, hair dryer dan juga sisir bergigi rapat karena alat-alat tersebut dapat memperparah kerontokan rambut yang berujung pada kebotakan.
Baca Juga: 5 Cara Untuk Mengurangi Gangguan Rabun Jauh Secara Alami
2.Memenuhi Nutrisi Rambut
Mulailah untuk memenuhi nutrisi yang dibutuhkan oleh rambut kalian seperti Vitamin B kompleks, zat besiprotein, zinc dan juga asam lemak.
Nutrisi yang dibutuhkan rambut dapat ditemukan di berbagai makanan seperti ikan, telur, daging, buah-buahan dan juga sayur-sayuran.
Kalian juga dapat mengonsumsi suplemen yang memenuhi kriteria nutrisi untuk rambut kalian apabila kalian ingin mendapatkan nutrisi tersebut cukup dari satu sumber saja.
3.Mengurangi Stres
Stres berujung pada kebotakan? Iya betul sekali, stres merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya kebotakan.
Stres mempengaruhi hormone-hormon di tubuh kalian dan apabila hormone tersebut terganggu, maka kalian dapat mengalami masalah kebotakan karena stres yang kalian miliki.
Mulailah untuk mencari tahu sebab utama stres kalian dan selesaikan penyebab stres tersebut tanpa harus terburu-buru. Apabila stres kalian tidak kunjung hilang, mulailah temui tenaga ahli agar kalian dapat mengelola stres kalian dengan baik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya
-
Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?