/
Selasa, 15 November 2022 | 14:10 WIB
Rocky Gerung dalam acara Q&A Rocky Gerung. (YouTube/Geolive)

Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan keinginanya menjadi aktivis lingkungan usai masa jabatannya pada 2024 nanti.

Keinginan Jokowi yang diungkapnya dalam wawancara dengan media asing The Economist itu rupanya enapat respon akademisi Rocky Gerung.

Nggak ada gunanya sekadar memperhatikan kalau tidak membatalkan kebijakan-kebijakan yang merusak lingkungan," kata Rocky mengutip Wartaekonomi,co.id--jaringan Suara.com pada Selasa, (14/11/2022).

Menurut Rocky, ada sederet kebijakan Jokowi yang telah merusak lingkungan diantaranya; di Kalimantan Timur (Kaltim) dengan membangun Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang masih menuai pro dan kontra.

Rocky juga menyinggung soal pembangunan Food Estate yang gagal di Papua, gagal di Kalimantan, yang pohonnya sudah dipangkas lalu dijual. Sementara, tanaman pangannya juga tidak tumbuh di situ.

Dia menyebut, Presiden seharusnya membatalkan Undang-Undang Omnibus Law, karena itu merusak lingkungan.

Jika itu tidak dilakukan, kata Rocky, orang akan meragukan rencana Jokowi sebagai aktivis lingkungan.

"Kalau ditagih konsistensi itu, itu artinya Pak Jokowi akan membatalkan IKN," tegas Rocky.

Menurut Rocky, niat Jokowi untuk menjadi pengamat atau pemerhati lingkungan, pasti bertentangan dengan proyek yang sedang ia lakukan saat ini.

Baca Juga: Mesra di KTT G20 Bali, Ini Poin-poin Penting Hasil Pertemuan Joe Biden dan Xi Jinping

"Kalau itu betul , Pak Jokowi akan bersahabat dengan saya. Karena itu harapan saya bukan sekadar pemerhati, tapi protector lingkungan," katanya.

Load More