Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan keinginanya menjadi aktivis lingkungan usai masa jabatannya pada 2024 nanti.
Keinginan Jokowi yang diungkapnya dalam wawancara dengan media asing The Economist itu rupanya enapat respon akademisi Rocky Gerung.
Nggak ada gunanya sekadar memperhatikan kalau tidak membatalkan kebijakan-kebijakan yang merusak lingkungan," kata Rocky mengutip Wartaekonomi,co.id--jaringan Suara.com pada Selasa, (14/11/2022).
Menurut Rocky, ada sederet kebijakan Jokowi yang telah merusak lingkungan diantaranya; di Kalimantan Timur (Kaltim) dengan membangun Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang masih menuai pro dan kontra.
Rocky juga menyinggung soal pembangunan Food Estate yang gagal di Papua, gagal di Kalimantan, yang pohonnya sudah dipangkas lalu dijual. Sementara, tanaman pangannya juga tidak tumbuh di situ.
Dia menyebut, Presiden seharusnya membatalkan Undang-Undang Omnibus Law, karena itu merusak lingkungan.
Jika itu tidak dilakukan, kata Rocky, orang akan meragukan rencana Jokowi sebagai aktivis lingkungan.
"Kalau ditagih konsistensi itu, itu artinya Pak Jokowi akan membatalkan IKN," tegas Rocky.
Menurut Rocky, niat Jokowi untuk menjadi pengamat atau pemerhati lingkungan, pasti bertentangan dengan proyek yang sedang ia lakukan saat ini.
Baca Juga: Mesra di KTT G20 Bali, Ini Poin-poin Penting Hasil Pertemuan Joe Biden dan Xi Jinping
"Kalau itu betul , Pak Jokowi akan bersahabat dengan saya. Karena itu harapan saya bukan sekadar pemerhati, tapi protector lingkungan," katanya.
Berita Terkait
-
Iriana Jokowi Terpeleset di Tangga Pesawat, Dokter Tifa Beri Sindiran Menohok: Membiarkan Istri Terjatuh Tak Manusiawi
-
Mengintip Fakta Masjid Sheikh Zayed, Hadiah Presiden UEA di Solo yang Megah
-
Puji Setinggi Langit Legacy Jokowi, PDIP: Sangat Layak Dijadikan Sekjen PBB
-
'Kami Berbagi Pengalaman Anies Unggah Momen Pertemuannya dengan Gibran, Publik: Adem Banget!
-
3 Isu Prioritas Indonesia di Presidensi G20 2022, Ekonomi hingga Kesehatan
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
3 Terobosan Pajak Kendaraan Ala Dedi Mulyadi di Jawa Barat yang Bikin Warga Senyum Lebar
-
Video Sumpah Injak Al-Quran di Malingping Viral, MUI Lebak: Itu Haram
-
Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial
-
Siap-Siap! Sekda Segera Umumkan Daftar ASN yang Terlibat Jual Beli Jabatan di Bogor
-
Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?
-
Gak Perlu KTP Pemilik Pertama, Kini Dedi Mulyadi Usul Bayar Balik Nama Disubsidi
-
Minat Investasi Emas Melonjak, Ini Cara Jual Beli Aman Tanpa Potongan Tersembunyi
-
Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi
-
Quiet Quitting ala ASN: Pilih Jalan Fungsional Biar Gak Jadi Pejabat Struktural
-
Heboh Bayi Hampir Tertukar di RSHS, Ini Peringatan dari Sekda Jabar