/
Rabu, 16 November 2022 | 19:46 WIB
Tangkapan layar Twiter KTT G20

Welcoming dinner acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali beberapa waktu lalu berhasil mencuri perhatian publik. Pasalnya sejumlah tamu undangan dan pemimpin negara yang hadir tampil menawan memakai baju batik khas Indonesia.

Baru-baru ini seorang jurnalis asal Inggris menjadi bulan-bulanan warganet lantaran mengunggah foto para pemimpin negeri kala mengenakan batik.

Dalam cuitannya, jurnalis bernama Sophie Corcoran menyinggung bila baju yang dikenakan para pemimpin terlihat sama dan 'seperti itu'.

"Kenapa mereka semua memakai baju yang sama dan seperti itu," cuitnya melalui akun Twitter Sophielouisecc.

Dirinya melampirkan foto PM Kanada Justin Trudeau, PM Inggris Rishi Sunak, dan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. Dalam foto tersebut mereka kompak memakai batik buatan masyarakat Bali.

Unggahan ini rupanya memantik beragam komentar dari warganet. Tidak sedikit yang mengkritik cuitannya.

"Ini adalah kemeja batik tradisional Indonesia. Ini adalah kebiasaan bahwa semua tamu memakainya selama pertemuan di Indonesia. Mereka berwarna-warni dan cocok digunakan di udara panas. Anda mungkin ingin melihat mereka dalam setelan jas dan dasi agar terlihat sama, tetapi merek tidak mau," balas salah satu warganet.

"Hanya karena Anda tidak memiliki budaya, bukan berarti orang lain tidak memiliknya," komentar warganet lain.

Banyak warganet yang merasa bila cuitan tersebut bernada mengejek. Namun Sophie membela diri dengan mengakui bahwa dia hanya bertanya.

Baca Juga: Diselingkuhi Reza Arap, Ini Alasan Wendy Walters Ogah Cerita ke TV dan Podcast

"Lol ini bahkan tidak kontroversial, aku hanya bertanya mengapa mereka semua berpakaian dengan cara yang sama dan apa yang mereka lakukan. Bagaimana ini kontroversial?" cuitnya lagi.

Sementara itu, beberapa waktu yang lalu warganet berhasil menumbangkan salah satu akun Twitter yang diduga menghina kemeja batik. Ia mengunggah foto yang sama sembari menulis 'Apa yang para orang bodoh ini kenakan'.

Load More