/
Senin, 21 November 2022 | 14:02 WIB
Seorang pelajar SMP yang emosi karena diingatkan polisi pakai helm (@ahmadsahroni88)

Viral sebuah video pelajar SMP yang tak terima karena diberhentikan aparat kepolisian karena tak memakai helm. Bahkan pelajar tersebut malah emosi dan memaki aparat Polisi lalu lintas (Polantas).

Video pelajar yang viral tersebut dibagikan Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni @ahmadsahroni88. Di narasi videonya, Ahmad Sahroni meminta agar tidak mencontoh aksi pelajar tersebut.

"Jangan Di contoh yah, Ini anak udh salah di Kasih pelajaran baik2 malah Ngelunjak...Mau di Tilang tp ga bisa lagi karna mmg aturan dr kapolri @listyosigitprabowo. Tapi nggak di Tilang ini jd bagaimana tuh ???," tulis Ahmad Sahroni," tulis Ahmad Sahroni yang dikutip dari Suara.com, Senin (21/11/2022).

Dalam video yang diunggah @ahmadsahroni88, tampak seorang anggota Polantas mengingatkan seorang pelajar laki-laki yang memakai baju putih dan celana putih serta dasi biru itu untuk mengenakan helm ketika berkendara.

"Ndak boleh, harus pakai helm, kalau nggak pakai helm bahaya. Jadi, diambil helm-nya," kata polisi yang dikutip dari Suara.com, Senin (21/11/2022).

Namun pelajar tersebut malah tak terima dan membantah kata-kata anggota Polantas tersebut.

"Saiki ngene tak takok i, saiki tak takok i, helm ditubruk truk pecah gak? Saiki ngene, mosok nggae helm opo gak, ditubruk, mati nggak?," kata pelajar seraya menangis.

"Yo meninggal," kata anggota Polantas.

"Lah yowes podo wae," jawab pelajar itu.

Baca Juga: Usai Viral Paul Si Gurita, Kini Millie Si Unta Prediksi Hasil Inggris vs Iran

"Loh, itu pengamannya dek, nggak boleh," ucap anggota Polantas.

"Pengaman opo, podo ae bongko," kata pelajar.

Anggota Polantas itu juga menanyakan SIM dan meminta kepada pelajar tersebut untuk ikut ke kantor polisi.

"Adiknya bawa STNK nggak?. Kalau berkendaraan, harus dilengkapi dengan helm. Ini ke kantor dulu nanti suruh ibunya ngambil helm. Nanti kalau sudah dapat helm bisa dibawa kendarannya tapi bukan adiknya, kan nggak punya SIM. Ayo turun dulu," kata polisi itu mengingatkan.

Kendati demikian pelajar tersebut semakin emosi dan memaki polisi tersebut karena tak terima divideokan. Bahkan pelajar itu sempat akan melemparkan tasnya.

"Ojo Divideo, Woi Ja*cok! Ojo divideo, cok. Woi, anj*ng! Ojok koen video, ojo koen video, ja*cok," kata pelajar itu dengan nada tinggi.

Load More