Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjadi sorotan publik usai pernyataannya dalam rapat kerja Komisi IX DPR RI pada Selasa (22/11/2022) lalu. Dirinya blak-blakan menyentil penggunaan BPJS yang dianggap tidak tepat sasaran.
Menkes menyebut bila penggunaan BPJS oleh orang kaya dan konglomerat sebagai penyebab pembengkakan biaya yang harus ditanggung oleh BPJS. Dirinya pun menyebut bila seharusnya para orang kaya bisa menambah asurasi swasta selain BPJS agar manfaat yang didapat bisa lebih banyak.
"Untuk nasabah-nasabah yang kaya dia harusnya bisa menambah dengan mengkombinasikaniuran jaminan sosial BPJS Kesehatan dengan swasta. Dan yang bersangkutan harus bayar sendiri," ucap Budi seperti dikutip dari akun Instagram Lambe_Turah.
Hal ini lantaran Budi kerap mendengar banyak orang kaya bahkan konglomerat mendapatkan perawatan kesehatan dari layanan BPJS Kesehatan. Hal ini mengakibatkan keadaan keuangan BPJS Kesehatan minus.
Budi juga berencana untuk menyortir ulang siapa saja yang berhak mendapatkan manfaat BPJS Kesehatan. Ia berencana menyortir dengan pertimbangan penggunaan listrik di rumah. Bagi masyarakat yang memiliki kVA lebih dari 6600 maka penggunaan BPJS dianggap tidak tepat.
"Saya mau lihat tagihan PLN bayarnya berapa kVA. Kalau kVAnya udah di atas 6600 ya pasti itu adalah orang yang salah," ungkapnya tegas.
Sontak saja pernyataan ini mencuri perhatian publik. Pasalnya kampanye BPJS untuk segala kalangan pernah digalakan beberapa waktu lalu. Pun peserta BPJS yang dianggap orang kaya ini juga membayar iuran mereka.
Seorang warganet menulis, "Kan BPJS bukannya buat semua kalangan? Karena diwajibkan punya. Malah pernah denger 'jangan malu pakai BPJS'. Sekarang kok orang kaya malah ga boleh pake. jadi yang bener BPJS itu buat seluruh rakyat Indonesia apa rakyat miskin aja?"
"Emang kenapa sih? Kan juga ikut iuran? Lagi pula kemarin yang mewajibkan bikin BPJS siapa? Ente kadang-kadang ente," komentar warganet lain.
"Pak setau saya BPJS itu buat yang sakit, buat yang berobat. Bukan buat yang miskin aja atau yang kaya aja. Wong penyakit ga milih-milih kamu miskin atau kaya lho pak. Kalau sakitnya parah yang kaya juga lama-lama bisa miskin pak kalo gak boleh pake BPJS. Coba logikanya dipake pak," tambah warganet yang berbeda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Kabut Asap Karhutla: Kualitas Udara 6 Daerah di Riau pada Level Tidak Sehat
-
8 Dampak Rotasi dan Revolusi Bumi Bagi Kehidupan Sehari-hari yang Wajib Diketahui
-
Muktamar NU ke-35 Masuk Tahap Sidang Komisi, Laporan PBNU Diterima
-
Harga HP Makin Mahal, Digiplus Ubah Strategi: Geser dari Mal ke Street Level Kejar Kota Tier 2 dan 3
-
Konvoi Mitsubishi Xforce Jelajahi Jalur Sejarah Solo - Ambarawa Rayakan Kemerdekaan
-
4 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 29 Agustus 2026: Ada Pisces hingga Libra
-
Satu Ukuran untuk Semua: Mengapa Sistem Desil Tunggal Ancam Masa Depan?
-
6 Trik Masak Nasi di Rice Cooker Supaya Cepat Matang dan Anti Lembek
-
Prabowo Jadi Tamu Utama Forum Ekonomi Rusia, Putin Siapkan Pertemuan Bilateral
-
Diakui di Kancah Internasional, Pegadaian Raih Penghargaan Best Sukuk - SME di Kuala Lumpur