/
Minggu, 18 Desember 2022 | 17:18 WIB
Karen's Diner Jakarta (Instagram/bengkelburger)

Belakangan, publik sedang dihebohkan dengan dibukanya restoran Karen's Dinner di Jakarta. Bukan menuai respons positif, dibukanya restoran ini justru menuai banyak kritik negatif dari warganet.

Banyak warganet yang mengkritik pelayan di restoran tersebut. Pasalnya, bukan malah bersikap jutek seperti para pegawai restoran franchise asal Australia tersebut, pelayanan Karen's Dinner Jakarta ini malah dinilai terlalu dibuat-buat.

Dalam beberapa video yang beredar, pelayan Karen's Dinner di Indonesia terlihat melontarkan kalimat-kalimat-kalimat hinaan kepada pelanggan. Pelayan tersebut menyebut muka salah satu konsumen seperti pantat panci.

Selain itu, seorang pegawai bahkan terlihat mengambil es batu di minuman pelanggan langsung dengan tangannya.

Hal ini tentu saja menuai beragam kritik menohok dari warganet. Dalam komentarnya di unggahan akun Instagram @suarabergema2.id, warganet menyebut bahwa lebih baik Karen's Dinner merekrut pegawai dari puskesmas.

"Lebih jutek petugas puskesmas saat dimintain surat keterangan sakit buat nggak masuk kerja malah ujung-ujungnya bikin sakit hati. Padahal baru pertama kali periksa minta surat izin karena benar-benar sakit dan lemas," ujar warganet.

"Aku kira puskesmas daerah aku aja yang jutek, ternyata hampir semua puskesmas ya," imbuh warganet lain.

"Setuju sih. Dari TM 1 sampai lahiran nggak pernah di puskesmas. Buku KIA juga aku beli sendiri di olshop. Trauma dulu pernah antar saudara pelayanannya jutek banget, ngalahin debt collector pas nagih," terang warganet lain.

"Pengalaman sama mbak puskesmas galak-galak, judes. Waktu imunisasi anak emang sih gratis, tapi masa gitu banget layaninnya. Ternyata benar ya mbak puskesmas memang judes," tambah warganet lain.

Baca Juga: Presiden Jokowi dan Keluarga Gelar Pengajian 1.000 Hari Wafatnya Ibunda Sujiatmi di Solo

"Juteknya dibikin-bikin. Padahal kalau muka udah jutek, cukup diam aja dan pasang mimik wajah ketus juga udah bagus," komentar warganet lainnya lagi.

Load More