Belakangan, publik sedang dihebohkan dengan dibukanya restoran Karen's Dinner di Jakarta. Bukan menuai respons positif, dibukanya restoran ini justru menuai banyak kritik negatif dari warganet.
Banyak warganet yang mengkritik pelayan di restoran tersebut. Pasalnya, bukan malah bersikap jutek seperti para pegawai restoran franchise asal Australia tersebut, pelayanan Karen's Dinner Jakarta ini malah dinilai terlalu dibuat-buat.
Dalam beberapa video yang beredar, pelayan Karen's Dinner di Indonesia terlihat melontarkan kalimat-kalimat-kalimat hinaan kepada pelanggan. Pelayan tersebut menyebut muka salah satu konsumen seperti pantat panci.
Selain itu, seorang pegawai bahkan terlihat mengambil es batu di minuman pelanggan langsung dengan tangannya.
Hal ini tentu saja menuai beragam kritik menohok dari warganet. Dalam komentarnya di unggahan akun Instagram @suarabergema2.id, warganet menyebut bahwa lebih baik Karen's Dinner merekrut pegawai dari puskesmas.
"Lebih jutek petugas puskesmas saat dimintain surat keterangan sakit buat nggak masuk kerja malah ujung-ujungnya bikin sakit hati. Padahal baru pertama kali periksa minta surat izin karena benar-benar sakit dan lemas," ujar warganet.
"Aku kira puskesmas daerah aku aja yang jutek, ternyata hampir semua puskesmas ya," imbuh warganet lain.
"Setuju sih. Dari TM 1 sampai lahiran nggak pernah di puskesmas. Buku KIA juga aku beli sendiri di olshop. Trauma dulu pernah antar saudara pelayanannya jutek banget, ngalahin debt collector pas nagih," terang warganet lain.
"Pengalaman sama mbak puskesmas galak-galak, judes. Waktu imunisasi anak emang sih gratis, tapi masa gitu banget layaninnya. Ternyata benar ya mbak puskesmas memang judes," tambah warganet lain.
Baca Juga: Presiden Jokowi dan Keluarga Gelar Pengajian 1.000 Hari Wafatnya Ibunda Sujiatmi di Solo
"Juteknya dibikin-bikin. Padahal kalau muka udah jutek, cukup diam aja dan pasang mimik wajah ketus juga udah bagus," komentar warganet lainnya lagi.
Berita Terkait
-
Restorant Karen's Dinner Buka Cabang di Indonesia, Tapi 'Cringe'?
-
Curhat Bonge Usai Tak Viral Lagi: Waktu Naik Banyak yang Datang, Saat Gini Nggak Ada yang Bantu
-
Viral di Medsos, Naruto 17 Desember Apa Maksudnya? Ini Penjelasannya
-
Video Viral Detik-detik Menegangkan Emak-emak Tercebur ke Parit Bersama Motornya
-
Niat Pamer Standing Motor, Nasib Pemuda Ini Malah Berakhir Tragis
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'