Setelah Fuji Utami dibanjiri kritik pedas karena perannya dalam film Bukan Cinderella, kini akting Fadly Faisal sang kakak ikut kena cibiran netizen.
Jika Fuji dihujat hingga ucapannya "Oh, jadi elo?" dalam film menjadi bahan cemoohan, kini Fadly ramai komentar pahit karena kalimat "Tonggo kita."
Di TikTok, beredar cuplikan serial web Siwtchover, yang dibintangi Ahisty Zara, Emir Mahira, hingga Fadly Faisa. Dalam cuplikan yang viral di TikTok, Zara dan Fadly berakting sebagai sesama orang Surabaya.
Keduanya lantas sempat berbicara dalam bahasa Jawa menggunakan logat khas "suroboyoan".
"Mburine [belakangnya] Pasar Atom," ucap Zara.
"Mburine Pasar Atom? Tonggo [tetangga] kita," sahut Fadly.
Mendengar logat kagok Fadly memakai bahasa Jawa, banyak warganet yang menertawakan Fadly. Tak sedikit pula orang-orang Jawa, khususnya Surabaya, yang menjahit video itu dan memberikan contoh yang benar berbicara dalam bahasa Jawa logat Surabaya.
Salah satunya datang dari tiktoker Stanley Hao. Ia mengawali video yang diunggahnya pada Rabu (1/2/2023) itu dengan menghela napas panjang.
"Tak ajari ya ngomongnya yang bener. Aku selama 23 tahun hidup ndek [di] Surabaya belum pernah denger ada orang ngomong, 'Mburine Pasar Atom? Tonggo kita,'" kata pengguna akun TikTok @stanleyhao ini.
Baca Juga: KSP Moeldoko: Saya Tidak Suka Stigma Petani Itu Miskin, Mereka Bisa Kaya!
Ia pun mengulangi ucapan "tonggo kita" sembari bergurau. Lalu, dirinya memberi contoh respons orang Surabaya pada umumnya jika berada di posisi tokoh yang diperankan Fadly.
"Hah? Mburine Pasar Atom? Tonggoan kene," ujarnya.
Bukan hanya pemilihan kata, Hao juga menyoroti intonasi Fadly. Menurutnya, tidak ada orang Surabaya yang berbicara dengan intonasi seperti itu.
"Wes mending casting aku aelah. Lek memang butuh peran orang Jawa, mendingan cari yang orang Jawa beneran," guraunya.
Hingga Kamis (2/2/2023) siang, video tersebut menjadi salah satu reaksi yang viral di antara tiktoker lainnya untuk Fadly. Netizen pun menyebut gaya bicara Fadly masih kental dengan logat Padang,
tempat asalnya.
"Setelah "oh jadi elo" lahirlah "tonggo kita"," komentar netizen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung