Baru-baru ini kabar penundaan Pemilu 2024 membuat masyarakat heboh.
Kabar tersebut berawal dari putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (Jakpus) yang mengabulkan gugatan Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) terhadap KPU RI.
Dalam putusannya disebutkan, KPU untuk tidak melaksanakan sisa tahapan Pemilu 2024 dan melaksanakan tahapan pemilu dari awal, selama kurang lebih 2 tahun 4 bulan 7 hari.
“Menghukum Tergugat (KPU) untuk tidak melaksanakan sisa tahapan Pemilihan Umum 2024 sejak putusan ini diucapkan dan melaksanakan tahapan Pemilihan Umum dari awal selama lebih kurang 2 tahun 4 bulan 7 hari,” ucap majelis hakim yang diketuai oleh Oyong, dikutip dari putusan Nomor 757/Pdt.G/2022/PN Jkt.Pst.
Belakangan, beredar kabar bahwa putusan PN Jakpus soal penundaan pemilu didalangi oleh presiden Joko Widodo dengan cara memberikan uang mahar Rp2 miliar.
Kabar tersebut disebarkan oleh akun Youtube dengan 331 ribu pengikut bernama PEJUANG MUDA melalui sebuah unggahan video.
"DATA TRANSAKSI MAHAR PENUNDAAN PEMILU BERHASIL DI UNGKAP" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Minggu (5/3/2023).
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan thumbnail berupa foto yang direkayasa dengan narasi sebagai berikut:
"SEMUA SUDAH DIATUR JOKOWI
PUTUSAN HAKIM PN JAKPUS TERIMA MAHAR 2 MILIAR"
Baca Juga: 3 Fakta Terbaru Onew SHINee, Solois yang Rekaman Sambil Peluk Bantal Peach
Namun begitu, apakah benar Jokowi memberikan mahar Rp2 miliar agar hakim PN Jakpus memutus penundaan pemilu?
Penjelasan
Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video tersebut tidak memiliki keselarasan antara narasi dalam thumbnail dan judul dengan isi dalam video.
Unggahan video tersebut sama sekali tidak menampilkan atau menyertakan bukti Jokowi menjadi dalang penundaan Pemilu 2024 dengan memberikan sejumlah uang kepada hakim Jakpus.
Unggahan tersebut hanya berisi potongan-potongan video yang digabung menjadi satu yang menampilkan beberapa pendapat terkait penundaan pemilu.
Faktanya, berdasarkan penelusuran, kabar yang menarasikan bahwa Jokowi menjadi dalang penundaan pemilu dengan memberi sejumlah uang mahar kepada hakim PN Jakpus merupakan kabar yang tidak benar.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Amanda Manopo Jemput Arya Saloka ke Rumah Sakit, Begini Respon Putri Anne
-
Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jokowi Perintahkan Erick Thohir dan Heru Budi Cari Solusi: Relokasi Depo Pertamina hingga Relokasi Warga
-
CEK FAKTA: Ferdy Sambo Terciduk Sempat Ngamar dengan Nikita Mirzani Sebelum Dieksekusi, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Amanda Manopo Akui Pernikahan Sirinya dengan Arya Saloka
-
Istri Hingga Cucu Sering Pamer Barang Mewah, Jokowi Tetap Bangga Pakai Batik Rajah Hasil UMKM
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Ashari Ditangkap Kasus Cabuli Santriwati, Pengacara Klaim Ada Oknum 'Kiai Pati' Coba Redam Kasus
-
Petaka di Pantai Wedi Awu: Saat Video WhatsApp Memicu Amuk Massa Terhadap Wisatawan Surabaya
-
Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran
-
Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus
-
Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia
-
Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut
-
Sekolah Baru 3 Tahun Bikin Kejutan, 5 Siswanya Raih Beasiswa Paling Bergengsi di RI
-
Studi Ungkap Dilema Nikel: Dibutuhkan untuk Energi Bersih, tapi Ancam Lingkungan
-
Siap-siap Transisi LPG ke CNG! Ini 4 Pilihan Kompor 2 Tungku yang Awet dan Aman
-
Tablet 5G Harga Rp4 Jutaan, Acer Iconia iM11 Sajikan Layar 2K dan MediaTek 8791