/
Sabtu, 25 Maret 2023 | 11:57 WIB
Rafael Alun Bungkam Usai Diperiksa KPK ((Instagram))

Rafael Alun kembali diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan harta kekayaannya yang tidak wajar. 

Dalam pemeriksaan yang berlangsung Jumat (24/3/2023) itu, tampak ayah Mario Dandy itu didampingi oleh sang istri, Ernie Meike Torondek. 

Usai pemeriksaan yang berlangsung lebih dari 12 jam tersebut, Rafael Alun langsung dikerubungi oleh puluhan wartawan yang sudah menunggunya dari pagi. 

Dalam video yang diunggah akun Instagram @lambe_gosip, tampak Rafael Alun dan istri bungkam dan tidak bereaksi apapun menghadapi rentetan pertanyaan dari para wartawan.

"Siap jadi tersangka, Pak? tanya salah satu wartawan kepada Rafael Alun yang tampak memakai jaket cokleat dan menutupi wajahnya dengan masker hitam. 

"Itu uang dari mana, sih, Pak, kok mata uangnya mata uang asing?" cecar wartawan yang lain.

"Atau Bapak ingin menyebutkan nama pejabat pajak lain, Pak?" tanya wartawan lain lagi.

Sampai akhirnya, ada nama Angin Prayitno Aji yang disebut oleh salah satu wartawan. Ia adalah mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan (DP2) di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan, dan kini menjadi terdakwa kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan gratifikasi terkait pengurusan pajak di Ditjen Pajak.

"Angin Prayitno gimana sih, Pak? Bapak pernah disuruh Pak Angin, ya, Pak?" cecar wartawan.

Baca Juga: Tuai Pro dan Kontra, Imam Live di Tiktok Saat Salat Tarawih, Netizen: Ibadah Masih Berharap Saweran

"Apa bapak masuk angin?" tanya wartawan itu lagi, terdengar gemas karena Rafael Alun tak memberikan sepatah kata pun.

Sontak saja pertanyaan wartawan tersebut langsung mendapat sorotan dari warganet. Tak sedikit yang merasa kalau pertanyaan tersebut layak mendapat predikat ter-cuaks.
  
"'Apa bapak masuk angin', wartawan chuakzzzz," kata warganet.

"Ngeri ya pertanyaan wartawan ini. Kena mental sih harusnya," komentar yang lain.

"Kirain mulut netizen paling pedas, tahunya wartawan lebih pedas," komentar warganet lain.

Load More