Proses syuting film Petualangan Sherina 2 karya Mira Lesmana dan Riri Riza sudah selesai. Diketahui lokasi syuting film Petualangan Sherina 2, 70 persen dilakukan di kawasan hutan Kalimantan dan sisanya di Jakarta.
Produser film Petualangan Sherina 2, Mira Lesmana mengungkapkan total syuting film berlangsung selama 49 hari.
Ia menyebut sedianya syuting fim Petualangan Sherina 2 dilakukan 47 hari, namun karena faktor cuaca sehingga bertambah dua hari.
"Sebenarnya total syutingnya harusnya, mestinya 47 hati jadi 49 hari ditambah dua hari karena cuaca yang sekarang semakin ekstrem dan juga nggak menentu dan sempat ada proses yang memang kita harus tunggu dari Kalimantan dan Jakarta," ujar Mira Lesmana saat berbincang dengan awak media di kawasan Adityawarman, Jakarta Selatan baru-baru ini.
Mira Lesmana mengakui ada penambahan biaya lantaran waktu syuting dua hari dengan alasan cuaca. Namun ia memastikan perihal tambahan biaya syuting film sudah diperhitungkan.
Sementara kata dia, tak ada kendala saat syuting dilakukan di Kalimantan. Berbeda saat syuting di Jakarta dengan kondisi cuaca yang tak menentu.
"Sebenarnya memang ada tambahan tapi sebenarnya lebih karena kan semua sudah dihitung dengan baik. Karena memang ada penambahan (biaya) karena cuaca sih, cuacanya justru tidak terduga terutama justru di Jakarta," papar Mira Lesmana.
"Waktu di Kalimantan kita beruntung banget sih. Tadinya kita pikir banyak karena hujan ternyata malah lancar sekali yang di Kalimantan. Tapi di Jakarta ya tahu sendiri lah dua bulan terakhir sungguh tidak tak terduga bisa sudah diperkirakan bakal outdoor cuacanya baik ternyata hujan juga," sambungnya.
Lebih lanjut, istri Mathias Muchus itu pun mengungkapkan alasan pemilihan lokasi syuting di Kalimantan karena ingin sesuai dengan film Petualangan Sherina yang berlokasi di hutan. Terlebih hutan Kalimantan adalah lokasi paling tepat untuk syuting film Petualangan Sherina 2.
Baca Juga: Gigi Hadid dan Zendaya Pangling Memakai Baju Khas India di Pembukaan NMACC
"Kenapa Kalimantan? ya of course karena ini petualangan ya we want adventure. Terus saya saya sama Riri sebenarnya mikir, kita ke Sumatera udah, NTT kayaknya khatam, mana ya yang belum ya. Kita memang belum pernah syuting di Kalimantan. Dan, kebetulan menurut kami, kita kalau mau milih hutan, paling tepat ya di Kalimantan. Akhirnya kita putusin ya udah deh di kalimantan," kata Mira Lesmana.
Selain itu, Mira Lesmana menyebut film Petualangan Sherina 2 dilakukan dengan persiapan panjang dan matang. Sebab dalam film Petualangan Sherina 2, pihaknya tak hanya menampilkan koreografi, bernyanyi, namun juga action adventure.
"Lumayan, ya memang persiapannya cukup harus matang karena kru-nya juga banyak. Dan, kita kan nggak cuma ada koreografinya, menari dan menyanyi, tapi juga action adventure. Jadi bener-bener kaya action creography, dancing coreography, singing skala produksinya cukup besar dan panjang dan persiapannya juga panjang," katanya.
Film Petualangan Sherina 2 Dipastikan Tayang Tahun Ini
Produser film Petualangan Sherina 2, Mira Lesmana mengaku belum berani mengungkap kepastian tanggal ataupun bulan terkait penayangan film tersebut.
Ia berjanji akan mengumumkan rilis film Petualangan Sherina 2 usai rampungnya proses editing.
Berita Terkait
-
Rampung Syuting, Mira Lesmana Pastikan Film Petualangan Sherina 2 Tayang di Bioskop Tahun Ini
-
Viral! Fans Bagikan Surat dari Sherina 20 Tahun Lalu, Isinya Justru Bikin Curiga
-
3 Potret Terkini Sahabat Sherina di Film Petualangan Sherina, Banyak yang Tidak Tahu Alyssa Soebandono Ikut Bermain
-
Tayang 22 Tahun yang Lalu, Kini Petualangan Sherina Resmi Dibikin Sekuel
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
Terkini
-
Anggota DPR Minta Hukuman Maksimal untuk Pengasuh Ponpes Pati Tersangka Pencabulan Santriwati
-
Badai Pasti Berlalu: Marian Mihail Percaya PSBS Biak Segera Bangkit dari Keterpurukan
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
Nova Arianto Bicara Tekanan Juara Bertahan Usai Timnas Indonesia Segrup Vietnam di AFF U-19 2026
-
Nauelle Patisserie, Keajaiban Rasa Premium yang Lahir dari Dapur Rumahan
-
5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
-
OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal
-
Gus Ipul Sambangi KPK, Minta Pengawasan Pengadaan Barang Kemensos agar Bebas Korupsi
-
Kebakaran Rumah di Tanjung Barat, Satu Orang Meninggal Dunia: Diketahui Anggota BPK
-
Ahli: Virus Hanta di Kapal MV Hondius Tidak Berisiko Menjadi Pandemi Baru Seperti Wabah COVID-19