/
Rabu, 10 Mei 2023 | 14:34 WIB
Cek Fakta: Jokowi Panik Total! Pimpinan IKN Berbondong-bondong Mundur Massal, Benarkah? (Thumbnail YouTube)

Beredar kabar yang menarasikan bahwa para pimpinan IKN Nusantara mengundurkan diri secara massal karena takut dipenjara hingga membuat Jokowi panik.

Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 9,34 ribu pengikut bernama KOPI POLITIK melalui sebuah video yang diunggah pada 8 Mei 2023.

"JOKOWI PANIK TOTAL !! PIMPINAN IKN BERBONDONG-BONDONG MUNDUR MASSAL" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Rabu (10/5/2023).

Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan thumbnail berupa foto yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:

"PENJARA MENANTI
JOKOWI PANIK! PIMPINAN IKN MUNDUR MASSAL"

Namun begitu, apakah benar para pimpinan IKN Nusantara mengundurkan diri secara massal hingga membuat Jokowi panik?

Penjelasan

Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait para pimpinan IKN Nusantara yang mengundurkan diri secara massal.

Video tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa Jokowi panik karena pimpinan IKN Nusantara mundur secara massal.

Baca Juga: Pakar dari Universitas Andalas Padang Apresiasi Kementan yang Mampu Sediakan Pangan Melimpah

Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada berita kredibel yang menyatakan para pimpinan IKN Nusantara mengundurkan diri secara massal hingga membuat Jokowi panik.

Selain itu, Wakil Kepala Otorita IKN Dhony Rahajoe secara tegas juga telah membantah kabar yang menyatakan para pimpinan IKN Nusantara mengundurkan diri.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim dengan narasi para pimpinan IKN Nusantara mengundurkan diri secara massal hingga membuat Jokowi panik merupakan klaim yang salah.

Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More