/
Rabu, 10 Mei 2023 | 14:47 WIB
Cek Fakta: Takut Dijebloskan ke Penjara, Gubernur Ini Pamit Mundur, Benarkah? (Thumbnail YouTube)

Beredar kabar yang menarasikan bahwa seorang Gubernur mengundurkan diri karena takut dijebloskan ke penjara.

Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 811 ribu pengikut bernama POLITIK NUSANTARA melalui sebuah video yang diunggah pada 8 Mei 2023.

"MEMANAS !! TAKUT DI JEBLOSKAN KE PENJARA..DI HADAPAN PRESIDEN GUBENUR INI PAMIT MUNDUR !!" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Rabu (10/5/2023).

Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan thumbnail berupa foto yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:

"MAKIN MELEBAR KEMANA MANA
TAKUT DI JEBLOSKAN KE PENJARA !!
DIHADAPAN PRESIDEN GUBERNUR INI PAMIT MUNDUR"

Namun begitu, apakah benar terdapat seorang Gubernur yang mengundurkan diri karena takut dijebloskan ke penjara?

Penjelasan

Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait gubernur yang mengundurkan diri.

Video tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa terdapat gubernur yang pamit mundur karena takut dijebloskan ke penjara.

Baca Juga: SEA Games 2023: Bulu Tangkis Beregu Putri Indonesia Hadapi Thailand di Final

Adapun pada bagian awal video, narator hanya membahas terkait Arinal Djunaidi dan Jokowi yang mengunjungi Lampung.

Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada berita kredibel yang menyatakan terdapat seorang Gubernur yang mengundurkan diri karena takut dijebloskan ke penjara.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim dengan narasi terdapat seorang Gubernur yang mengundurkan diri karena takut dijebloskan ke penjara merupakan klaim yang salah.

Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More