Saat masih menjabat sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, Prabowo Subianto pernah tersandung kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) pada tahun 1998, di mana ia dikaitkan dengan tragedi penculikan aktivis yang memprotes kekuasaan Soeharto pada saat itu.
Kini, ketika Prabowo Subianto memutuskan untuk terjun ke dunia politik, dirinya terus dikaitkan dengan isu pelanggaran HAM tersebut. Bahkan, tak sedikit yang menduga hal ini sebagai penyebab mengapa Prabowo Subianto terus kalah dalam pilpres yang diikutinya.
Menanggapi hal tersebut, Prabowo menilai hal semacam itu biasa dalam politik, karena selalu ada pihak yang berusaha menurunkan popularitas pihak lawannya.
"Ini saya kira, dalam kehidupan politik di mana-mana biasa. Apalagi demokrasi liberal, lawan, harus kita turunkan popularitasnya supaya tidak bisa muncul," ujar Prabowo kepada Najwa Shihab dalam acara Mata Najwa.
Lebih lanjut, Prabowo menganggap isu pelanggaran HAM yang ditudingkan kepada dirinya merupakan risikonya sebagai mantan prajurit.
"Saya anggap ini risiko sebagai prajurit, saya telah melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai sumpah saya. Saya pertaruhkan nyawa saya berkali-kali untuk republik, untuk rakyat," ujarnya.
Selanjutnya, Menteri Pertahanan itu kemudian mengatakan bahwa dirinya memberi pilihan kepada rakyat untuk memilih atau tidak memilih dirinya. Hal ini karena Indonesia sendiri sudah menganut sistem demokrasi.
"Kalau rakyat percaya semua tudingan-tudingan itu, rakyat nggak usah pilih saya," ujar Ketua Umum Partai Gerindra itu tegas.
Baca Juga: Pevita Pearce Foto Bareng Tom Cruise di Seoul, Netizen Doakan Bisa Akting Bareng
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
5 HP Murah dengan Kamera Video Stabilizer Terbaik, Hasil Rekaman Makin Mulus
-
Industri Film Korsel Kembali Jaya Pasca-Pandemi, Berkat The King's Warden?
-
Tak Menyerah pada Keadaan, Anak Buruh Bangunan Ini Berhasil Meraih Kartika Astha Brata
-
Teach You a Lesson Resmi Masuk Top 10 Serial Non-Inggris Terpopuler Netflix
-
Nostalgia Hadir sebagai Tren Baru: Mengapa Gen Z Merindukan Era 2000-an?
-
Deddy Sitorus dari Partai Apa? Anggota DPR Sebut Wartawan 'Rombongan Sirkus'
-
Veronica Tan Minta P3MI Stop Kirim WNI Tanpa Jaminan Keamanan: Nyawa Pekerja Bukan Taruhan
-
Bukan Semua Kuota Harus Rollover, ATSI Jelaskan Makna Putusan MK Soal Paket Internet
-
Akses Keluar Tol Pekanbaru-Dumai Dialihkan Mulai Hari Ini, Kenapa?
-
4 Lipstik Maybelline Warna Peach, Bikin Kulit Sawo Matang Auto Cerah dan Segar