/
Jum'at, 14 Juli 2023 | 17:06 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto [Biro Pers Media Informasi Sekretariat Presiden]

Kemunculan baliho Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra, Prabowo Subianto bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) cukup menjadi perhatian beberapa waktu belakangan.

Bahkan, Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menilai bahwa Prabowo ingin memanfaatkan nama Jokowi demi mendongkrak elektabilitasnya.

"Kan terlihat ya bahwa ada capres dalam hal ini Pak Prabowo yang terlihat sekali memang ingin menggunakan nama Jokowi untuk memperkuat aspek elektabilitasnya," kata Yunarto dalam pernyataannya dikutip dari Liberte Suara, Jumat (14/7/2023).

Menurut Yunarto, hal itu dilakukan Prabowo lantaran melihat pengaruh Jokowi yang masih sangat kuat terhadap publik.

Tak heran jika akhirnya Prabowo melakukan tindakan masif untuk mendekati orang nomor satu di Indonesia itu.

"Mungkin (Prabowo) menyadari dua kali melawan Jokowi kalah. Artinya ada sebuah kesadaran apalagi dengan tingkat kepuasan publik Jokowi sangat tinggi," ujar Yunarto.

"Dia harus nebeng lah dalam tanda kutip sehingga masif sekali bukan hanya pada baliho kalau kita lihat ini integrated marketing gitu ya. Contoh ketika bertemu makan itu seperti sebuah peristiwa besar, langsung disebar sama buzzernya," lanjutnya.

Dari tindakan itu, Yunarto menilai bahwa Prabowo terkesan tidak memiliki kepercayaan diri dalam kontestasi pemilihan presiden (pilpres) 2024.

"Catatan kritisnya kalau buat Gerindra atau Pak Prabowo, kalau hanya menggunakan gimmick ini terus-menerus, akhirnya seperti memperlihatkan Pak Prabowo tidak pede dengan pesonal brandingnya," kata Yunarto.

Baca Juga: Nekat Aniaya Suporter Persis Solo, Saprol dan Sulur Dibekuk Satreskrim Polres Karanganyar

"Buat Pak Prabowo ada kesan tidak pede, buat PDIP menurut saya memang kurang cerdik dan kurang taktis dalam mengambil peran Jokowi," sambungnya.

Load More