/
Minggu, 30 Juli 2023 | 15:56 WIB
Raja dangdut Rhoma Irama [Instagram]

Pedangdut senior Rhoma Irama mengaku sempat mendapat hujatan saat mensyiarkan dakwah lewat musik. 

Pria yang dijuluki Raja Dangdut ini bahkan sempat menuai banyak kritik tatkala mengucapkan salam ketika memulai konsernya.

Hal ini dikatakan Rhoma Irama dalam Kongres Budaya Umat Islam Indonesia yang digelar dalam rangka Milad ke-48 MUI di Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

Rhoma Irama mengatakan di tahun 1970-an, budaya para seniman ketika itu yang melekat yakni praktik meningggalkan ibadah seperti Salat.

"Dulu di tahun 70an budaya para seniman erat kaitannya dengan praktik meninggalkan salat. Ibadah menjadi tabu dan aib bagi seorang seniman kala itu," ujar Rhoma Irama yang dikutip Mamagini.Suara.com dari laman MUI.or.id, Minggu (30/7/2023).

Budaya yang melekat pada seniman tersebut, membuat Rhoma Irama resah. 

Rhoma Irama mengaku setiap salat dirinya memohon petunjuk Allah SWT apabila dengan seni mampu memperlebar jalan kepada Allah, maka dia meminta bakat tersebut dicabut darinya.

"Sedangkan apabila seni mampu memberi kebaikan, maka bawalah kepada keridhaan-Nya," ucap Rhoma Irama.

Doa tersebut akhirnya menghantarkan Rhoma Irama untuk membentuk Soneta Group sebagai the Voice Moslem pada 13 Oktober 1973. Band bentukannya ini berkomitmen untuk menjauhi budaya buruk yang dianggap melekat bagi seorang seniman seperti meninggalkan shalat dan minum khamr.

Baca Juga: ZEROBASEONE Dapat Ancaman Sejak Debut, WAKEONE Layangkan Gugatan Hukum

Rhoma Irama lalu menceritakan pengalamannya sepanjang karier dakwahnya lewat musik. Ayah Ridho Rhoma itu mengatakan saat pertama kali manggung di pentas musik Ancol, dirinya pernah dilempar sandal dan lumpur saat mengucapkan salam.

"Dakwah pertama yang saya adalah saat di salah satu pentas musik yang ada di Ancol. Ketika itu saya mengucapkan salam ‘assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh’. Sontak mendapat respons kurang menyenangkan dari penonton yang hadir," kata Rhoma Irama.

"Ucapan salam yang tidak biasa tersebut direspons oleh penonton dengan kalimat "Hei! ini bukan masjid, bukan majelis taklim!".Teriakan-teriakan tersebut diiringi pula dengan lemparan sandal dan lumpur," sambungnya.

Selain itu, nama Rhoma Irama juga menjadi banyak diperbincangkan sebab keputusannya untuk berdakwah lewat musik. Bahkan, banyak yang menyebut bahwa Rhoma Irama telah mengkomersilkan agama.

Hal tersebut menyusul Rhoma Irama merilis lagunya yang berjudul La Ilaha Illallah. Diketahui dalam lagu itu terdapat momen saat dia membaca surat al-Ikhlas, namun tanpa alunan musik.

"Lagu ini sempat menjadi kontroversi, akhirnya saya diundang ke MUI saat itu. Akhirnya di depan para wartawan dan ulama saya bawakan lagu La Ilaha Illallah. Setelah mereka tahu kalau surah al-Ikhlas tidak ada iringan musik, MUI justru menyampaikan untuk membuat karya yang lebih banyak," ungkap Rhoma Irama.

Load More