/
Kamis, 14 September 2023 | 13:30 WIB
Bakal Capres Ganjar Pranowo (Suara.com/Yasir)

Sebuah akun YouTube bernama POLITIK NUSANTARA membuat unggahan dengan narasi hoaks yang menyatakan bahwa Bakal Calon Presiden dari PDIP Ganjar Pranowo mengamuk hingga ancam bawa petinggi PKS ke meja hijau karena adanya siasat licik.

Unggahan dengan muatan narasi tidak benar itu diunggah oleh akun tersebut pada 11 September 2023.

Unggahan tersebut menggunakan judul hoaks berupa narasi "SIASAT LICIK TERENDUS..GANJAR NGAMUK DAN ANCAM SERET ORANG ORANG INI KE MEJA HIJAU ?!"

Selain judul bermuatan narasi yang tidak benar, unggahan tersebut juga menggunakan thumbnail berupa gambar yang telah direkayasa dengan narasi tidak benar sebagai berikut:

"SIASAT LICIK TERCIUM JELAS
PETINGGI PK-S DALAM MASALAH BESAR
GANJAR NGAMUK & ANCAM SERET MEREKA KE HUKUM?!"

CEK FAKTA:

Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan berita kredibel yang menyatakan bahwa Ganjar Pranowo hendak membawa petinggi partai PKS ke meja hijau.

Faktanya, hingga saat ini pada Kamis (14/9/23), Ganjar tidak pernah mengamuk atau pun marah ke petinggi PKS. Ganjar juga tidak pernah menyebut PKS mempunyai siasat licik.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa narasi yang menyatakan 'SIASAT LICIK TERCIUM JELAS
PETINGGI PK-S DALAM MASALAH BESAR
GANJAR NGAMUK & ANCAM SERET MEREKA KE HUKUM?!' merupakan narasi yang salah.

Baca Juga: Kalau Jadi Menteri Pendidikan, Maudy Ayunda Bakal Hapus Soal Ujian Pilihan Ganda, Ini Gantinya

Unggahan tersebut memuat informasi Hoaks dan tidak benar.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More