Selama lebih dari seminggu sejak serangan mendadak Hamas terhadap Israel, banyak komunitas internasional telah bersuara mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap eskalasi ketegangan.
Namun, sebagian pemerintahan telah mulai mengkritik tindakan Israel, beberapa di antaranya lebih langsung daripada yang lain.
Berikut daftar negara-negara yang telah mendesak Israel untuk menghentikan agresi ke Palestina dan beralih ke gencatan senjata, dilansir dari Aljazeera.
1. Aljazair
Kementerian Luar Negeri Aljazair menyatakan keprihatan mendalam terkait serangan Israel di Gaza, menuduh Israel melanggar hukum kemanusiaan internasional. Aljazair juga meminta intervensi internasional segera untuk melindungi rakyat Palestina dan menyebut hak-hak mereka sebagai inti dalam penyelesaian konflik tersebut.
2. Uni Afrika
Ketua Uni Afrika, Moussa Faki Mahamat, menekankan penolakan hak-hak fundamental rakyat Palestina sebagai penyebab utama ketegangan saat ini. Uni Afrika meminta kedua belah pihak untuk mengakhiri hostilitas militer dan kembali ke meja perundingan.
3. Belize
Belize mengecam ketegangan antara Hamas dan Israel dan meminta de-eskalasi segera sambil mendukung negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya dan menuntut hak pengembalian pengungsi Palestina ke tanah leluhur mereka.
Baca Juga: Nikita Mirzani Tetap Bangga Sama Loly Meski Lagi Berseteru: IQ-nya Tertinggi di Sekolah
4. Brasil
Menteri Luar Negeri Brasil, Mauro Luiz Iecker Vieira, menyatakan bahwa negaranya telah "dengan dukacita menerima berita bahwa pasukan Israel meminta semua warga sipil - lebih dari satu juta orang - yang tinggal di utara Gaza untuk meninggalkan wilayah tersebut dalam waktu 24 jam." Vieira, yang berbicara di New York setelah pertemuan Dewan Keamanan PBB, merujuk pada penilaian PBB bahwa pemindahan besar-besaran seperti itu bisa mengakibatkan "tingkat penderitaan yang belum pernah terjadi sebelumnya" bagi warga sipil sambil menyerukan agar kekerasan di kedua belah pihak dihentikan.
5. Kolombia
Presiden Kolombia, Gustavo Petro, menekankan perlunya Israel dan Palestina untuk duduk di meja perundingan dan bekerja menuju solusi dua negara. Dia mengambil perbandingan sejarah antara situasi di Gaza dengan tragedi masa lalu.
6. Kuba
Kuba telah mengutuk kekerasan di Israel dan Palestina, mengaitkannya dengan pelanggaran hak Palestina yang telah berlangsung lama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
Terkini
-
Shio Apa yang Cocok untuk Pasangan dengan Shio Naga?
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Literasi Kelas Menengah: Saat Hobi Membaca Menjadi Sebuah Privilege
-
Mengapa Transportasi Umum Jadi Pilihan Terbaik untuk Mobilitas Sehari-hari di Jakarta
-
OJK Restui Merger BPRS Rizky Barokah ke BPRS PNM Mentari, Industri Perbankan Syariah Makin Kuat
-
Target Harga Saham BBRI Tembus 3.400, Apa Faktor Pendukungnya?
-
626 PMI Pulang Tinggal Nama, Mengapa Jalur Ilegal Masih Tinggi Peminat?
-
MLBB x Street Fighter 6 Ubah Land of Dawn Jadi Arena Fighting Ultra-Responsif!
-
Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Digelar di Riau, Berlaku Selama Agustus