/
Selasa, 29 November 2022 | 14:53 WIB
Anggota Komisi XI DPR RI, Masinton Pasaribu. (Dok: DPR)

Politisi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu heran dengan adanya acara Nusantara Bersatu yang dihadiri relawan Jokowi di GBK pada Sabtu (26/11/2022).

Masinton menilai gelaran tersebut seakan acara hura-hura dan menanyakan urgensi maupun kepentingan dari acara tersebut.

"Apa sih urgensinya dengan acara hura-hura seperti itu? Acara Senayan kemarin itu apa gitu loh. Pesan apa yang mau disampaikan ke publik selain hura-hura" kata Masinton dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, Selasa (29/11/2022).

Masinton pun menjelaskan mengapa dia keberatan dengan acara relawan Jokowi tersebut. Dia menyebutkan sejumlah poin kondisi masyarakat Indonesia saat ini.

Pertama, pandemi covid-19 belum selesai dan PPKM dikabarkan hendak diatur kembali, namun malah mengumpulkan ribuan orang. 

Lalu yang kedua, adanya bencana gempa Cianjur baru-baru ini serta situasi ekonomi masyarakat yang sulit. Baik dari yang terdampak dari pandemi, maupun dampak dari krisis global.

Ketiga, Masinton menyinggung pengeluaran biaya yang pastinya begitu besar dalam menggelar acara di GBK.

"Itu biasa sangat besar, hitung saja kalau mendatangkan 100.000 kali bus, butuh berapa ribu bus ke sana. Kalau 100.000 kali 1 bus itu 50, butuh 2000 bus dan itu busa rata-rata semua dari luar Jawa," ujar Masinton.

"Ada berapa puluh miliar duit ke sana, bahkan mungkin ratusan miliar hanya untuk acara hura-hura di tengah situasi yang sulit," lanjutnya menambahkan.

Baca Juga: Ayu Dewi Pamer Geng Cendol, Netizen Auto 'Bandingke' Denise Chariesta: Emang Beda Kelas

Masinton menyatakan bahwa Jokowi seharusnya menjadi presiden rakyat Indonesia bersama, bukan hanya presiden untuk relawannya saja.

Ia menegaskan kembali bahwa tak ada urgensi relawan dan Jokowi berkumpul, selain hanya untuk hura-hura atau bersenang-senang.

Soal agenda politik, Masinton mengingatkan bahwa mekanisme pencalonan ada di tangan partai.

"Mau relawan kumpul berapa juga, tu syarat dalam perundang-undangan itu adalah partai politik yang mencalonkan," ujar Masinton.

Dalam pandangannya, rata-rata relawan Jokowi yang hadir dalam acara Nusantara Bersatu adalah para elite relawan Jokowi yang berkumpul di ruangan, yang sebagian besar adalah komisaris.

Hal itu diartikan Masinton bahwa satu di dalam elemen pemerintahan melakukan aktivitas politik atas nama relawan yang ingin mendomplang Jokowi dan bisa dititipkan ke pemimpinan berikutnya.

Load More