Tommy Soeharto, anak bungsu mantan Presiden Soeharto redup setelah terjerat kasus pembunuhan hakim Syafiudin. Akibat kasus ini, dia mendekam di penjara selama 6 tahun karena didakwa sebagai otak pembunuhan Hakim Syafiudin.
Usia menjalani masa tahana, pria bernama lengkap Hoetomo Mandala Putra itu mulai menata hidup dan reputasinya di bisnis maupun politik.
Pada tahun 2009, Tommy mencalonkan diri sebagai ketua umum Partai Golkar, tetapi sayangnya ia gagal meraih posisi tersebut.
Meskipun menghadapi kegagalan, Tommy tidak berhenti di situ. Ia kemudian mendirikan partai politik sendiri yang diberi nama Partai Berkarya, dan menjadi ketua DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Partai Berkarya pada periode 2016-2021.
Tommy Soeharto tercatat sebagai anak terkaya dari seluruh anak-anak Soeharto. Ia memiliki kekayaan sekitar 670 juta dolar Amerika Serikat, atau setara dengan 9,7 triliun rupiah. Kekayaannya tersebut menjadikannya salah satu dari 60 orang terkaya di Indonesia.
Di bawha merupakan daftar bisnis yang dikelola Tommy Soeharto:
PT Humpus
Pada tahun 1984, Tommy Soeharto mendirikan perusahaan bernama PT Humpus. Perusahaan ini bergerak di berbagai sektor, termasuk pelayanan pesawat, karton, pertambangan, distribusi migas dan bahan kimia pertanian petrokimia, properti, dan manajemen aset. Nilai saham perusahaan ini ditaksir mencapai 345 miliar rupiah, tetapi sayangnya perusahaan ini sudah tidak beroperasi lagi.
Hotel Lorin
Tommy juga terlibat dalam bisnis perhotelan melalui PT Lor Internasional Hotel. Hotel-hotel yang dimilikinya terletak di Solo dan memiliki kelas mulai dari budget hingga bintang 5. Harga menginap per malam di hotel-hotel tersebut berkisar antara 400-500 ribu rupiah.
Sirkuit Sentul
Tommy juga memiliki keterlibatan dalam pengelolaan Sirkuit Sentul, yang merupakan tempat balap yang terletak di Babakan Madang, Sentul, Bogor. Pengelolaan sirkuit ini dilakukan melalui PT Sarana Sirkuitindo Utama, di mana sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Tommy Soeharto. Sirkuit Sentul memiliki lintasan sepanjang sekitar 4 kilometer dan dapat digunakan untuk ajang balap skala internasional.
Goro
Tommy juga mendirikan bisnis ritel yaitu Goro, yang merupakan super grosir. Goro dikelola oleh PT Berkarya Makmur Sejahtera, dengan Tommy Soeharto sebagai komisaris utama. Sayangnya, bisnis ini mengalami nasib yang sama dengan PT Humpus, yaitu tutup sejak tahun 2020.
Properti
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Jelang F1 GP China 2026: 4 Tim Ini Berpeluang Raih Kemenangan
-
AS Serang Jantung Ekonomi Iran di Pulau Kharg, Harga Minyak Capai 150 dolar AS per Barel?
-
Promo Sepatu di Ramayana, Diskon Gila-gilaan Jelang Lebaran Spesial Potongan 50 Persen
-
Poco F8 Pro Buktikan Gaming Rata Kanan: Snapdragon 8 Elite, Baterai 6210mAh, Siap Libas Game Berat
-
Membaca Sisi Liar: Menguak Kejahatan di Balik Hutan Indonesia
-
Senin 16 Maret 2026 Bank Tutup atau Buka? Cek Jadwal Operasional BRI hingga BCA
-
Strategi Daihatsu Atasi Kredit Mobil Ditolak Perusahaan Pembiayaan
-
Mudik Tak Lagi Riuh: Potret Lesu Terminal Sukabumi di Tengah Gempuran Ekonomi dan Travel Gelap
-
Isu Sanksi AS Usai Indonesia Borong Rudal BrahMos Rp 5,9 Triliun, Pakar Buka Suara
-
Cara dan Syarat Mengajukan KUR BRI 100 Juta, Cocok untuk Kembangkan Usaha Setelah Lebaran