Metro, Suara.com- Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bekerja sama dengan PT Learning X (LX) International menyelenggarakan program LearningX.
Direktur Jenderal Diksi, Wikan Sakarinto menjelaskan bahwa kerjasama ini dalam rangka menghasilkan talenta digital yang unggul dan kompetitif kami terus mendorong model pembelajaran yang berfokus pada project based learning (PBL) melalui Kurikulum Merdeka Belajar.
LearningX sendiri merupakan sebuah program edukasi yang dikembangkan oleh LX International (sebelumnya LG International, Korea Selatan), sebagai suatu solusi edukasi berbasis industri dengan skalabilitas yang tinggi dan berkelanjutan. Sebagai salah satu mitra pendidikan vokasi, LX International secara proaktif telah bekerja sama dengan berbagai satuan pendidikan vokasi di tanah air sejak 2021.
Dirjen Diksi juga berharap, pendidikan vokasi bisa menciptakan generasi yang berjiwa wirausaha serta para ahli yang kompeten di bidangnya. Tentunya, dengan terobosan Merdeka Belajar, Kurikulum Merdeka, link and match 8+i, serta para pendidik dan pola pikir (mindset) yang lebih maju.
“(Saya yakin), LearningX bisa mengakselerasi itu semua sehingga anak-anak vokasi lulus bisa menghasilkan produk yang memuaskan konsumen. Mindset guru bukan sekadar ‘mengisi’ kepala anak dengan bekal pengetahuan, namun mampu mendorong anak mengembangkan diri sesuai passion sepanjang hayat,” tekannya.
Melalui kerja sama dalam program LearningX, SMK sasaran kerja sama dapat menjadi percontohan dan memberikan sumbangsih bagi SMK lain untuk segera melakukan langkah-langkah strategis guna mewujudkan link and match dan pada akhirnya mampu menjawab tantangan keberkerjaan dari seluruh SMK di Indonesia.
Sementara itu, Direktur Utama PT Learning X International, Choi Min menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan performa platfrom yang ditawarkan agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman. “Kami ingin memberi sesuatu (bantuan) yang sifatnya lebih berumur panjang dibandingkan kerja sama dalam bentuk lain yang sifatnya sesaat saja,” ujarnya dalam kesempatan yang sama.
Choi Min menyebut bahwa tahun ini pihaknya menargetkan 30 ribu siswa dapat merasakan manfaat dari aplikasi yang ia tawarkan. “Namun kami perlu guru dan mentor yang andal agar hasilnya maksimal serta siswa lebih fokus dan terarah dalam belajar. Kami merancang pusat pembelajaran yang melibatkan beberapa SMK di Jabodetabek,” lanjutnya.
Wikan berharap, upaya bersama ini bisa meningkatkan kualitas SDM vokasi yang andal sesuai kebutuhan masyarakat dan tuntutan industri.
Kolaborasi bersama antara Ditjen Diksi dengan LX International telah ditandai dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia Pendidikan Vokasi pada tanggal 5 Januari 2022, dan dilanjutkan dengan penandatanganan Rencana Kerja oleh Direktur LX International, Bae Sang Hoo dan Plt. Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI), Saryadi pada 20 Mei 2022 lalu.
Kerja sama antara Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi bersama LX International ini sekaligus menambah deretan panjang perusahaan-perusahaan internasional yang ikut berpartisipasi dalam mengembangkan pendidikan vokasi di Indonesia. Hal ini sekaligus semakin mengukuhkan potensi dan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia yang semakin diminati, tidak hanya industri di tanah air, tetapi juga perusahaan-perusahaan internasional, LX International salah satunya.
Berita Terkait
-
Kasus Nadiem Makarim Bisa Jadi Alarm Bahaya bagi Profesional yang Ingin Mengabdi pada Negara
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Eks Bos Google Buka Suara di Sidang Nadiem: Investasi GoTo Tak Terkait Kemendikbudristek
-
Menangis di Sidang Chromebook, Ibrahim Arief Merasa Dikriminalisasi: Apa Dosa Saya?
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
MJM 2026: Bank Mandiri Hadirkan Mandiri Bakti Kesehatan, Dukung UMKM dan Warisan Budaya Yogyakarta
-
Selly Gantina Kecam Aksi Biadab Pacar Sekap Perempuan 3 Tahun di Bandung: Tak Boleh Ada Impunitas
-
Teka-Teki Mayat Wanita di dalam Innova Pelat Merah di Parkiran Terminal 1 Bandara Juanda
-
Dua Warga Tertembak dan Mess Dibakar, Bagaimana Kerusuhan di PT BCP Group Wilmar Bermula?
-
Piala Dunia 2026: Momen Gol Kedua Portugal, Nuno Mendes Curi Tendangan Bebas Milik Ronaldo?
-
Bunga Kredit PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen, OJK Mendadak Beri Peringatan
-
Dugaan Pelecehan Seksual Pimpinan Bank, Netizen Serbu Akun Direktur Utama BSI
-
Alfeandra Dewangga Resmi Tinggalkan Persib, Ungkap Alasan Berat di Balik Keputusannya
-
Evaluasi MBG, Luhut Soroti Pelaksanaan Serentak
-
Harry Kane Ungkap Masalah Utama Inggris Usai Ditahan Ghana di Piala Dunia 2026