- Mantan Kapusdatin Kemendikbudristek bersaksi gaji tenaga ahli era Nadiem mencapai ratusan juta dari APBN.
- Kesaksian diberikan dalam sidang korupsi Chromebook dan CDM di Jakarta pada Senin, 2 Maret 2026.
- Proyek tersebut diduga merugikan negara Rp2,1 triliun, dengan Nadiem diduga diperkaya Rp809 miliar.
Suara.com - Mantan Kapusdatin Kemendikbudristek, Muhammad Hasan Chabibie, membeberkan fakta mengejutkan mengenai besaran gaji tenaga ahli di era kepemimpinan Nadiem Makarim.
Kesaksian tersebut disampaikan Hasan dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Hasan mengonfirmasi bahwa para tenaga ahli tersebut menerima upah hingga ratusan juta rupiah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Ada sampai gajinya ratusan juta, pak. Pertanyaan saya, benar?" tanya JPU.
"Betul, pak. Dari APBN," jawab Hasan.
Jaksa kemudian membandingkan gaji fantastis tenaga ahli tersebut dengan penghasilan Hasan yang menjabat sebagai pejabat Eselon 1B.
Hasan mengaku hanya mengantongi penghasilan sekitar Rp36 juta per bulan, meski sudah mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak tahun 2006.
"Kurang lebih ya, pak, Rp36 juta. Gajinya Rp9 juta, Tukin (Tunjangan Kinerja)-nya Rp27 juta," jelasnya.
Pembayaran upah selangit untuk tenaga ahli itu diduga kuat merupakan instruksi langsung dari Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Baca Juga: Sekretaris Eks Mendikbudristek Sebut Nadiem Makarim Larang Rekam Semua Rapat Daring
"Pengguna anggarannya dari menteri kan?" cecar JPU. "Iya, pak," timpal Hasan.
Perkara rasuah pengadaan Chromebook dan CDM tahun anggaran 2020-2022 ini diperkirakan telah merugikan keuangan negara hingga mencapai Rp2,1 triliun.
Jaksa mengungkapkan bahwa Nadiem Makarim diduga menjadi salah satu pihak yang diperkaya dalam proyek ini dengan nilai mencapai Rp809 miliar.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global
-
Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas
-
LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik
-
Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman
-
wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi
-
Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester
-
Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar
-
Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026