/
Selasa, 31 Mei 2022 | 15:45 WIB
suara.com

Metro, Suara.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan penyebab tanggal kedaluwarsa vaksin Covid-19 dari hasil hibah negara-negara maju lebih cepat ketimbang vaksin yang dibeli oleh pemerintah.

Budi menjelaskan vaksin hasil hibah atau donasi itu umumnya merupakan stok lama yang dimiliki oleh negara-negara maju. Stok lama yang dimaksud itu adalah vaksin Covid-19 yang sudah dibeli lebih terdahulu oleh negara-negara maju.

"Jadi negara-negara maju pada saat vaksin tersedia dia akan belinya duluan, karena mereka memiliki akses dan uang untuk ke sana," kata Budi dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin (31/5/2022).

Disaat memiliki stok vaksin yang banyak, negara-negara maju itu sadar tidak seluruhnya bakal disuntikan kepada warga. Lantaran khawatir akan kedaluwarsa sebelum digunakan, maka negara-negara maju memutuskan untuk mendonasikan ke negara-negara yang diperlukan.

Afrika menjadi target utama dari negara-negara maju untuk melakukan hibah vaksin Covid-19 karena dianggap yang paling membutuhkan. Namun, karena laju vaksinasi di sana juga lambat, maka negara-negara maju memutuskan untuk hibah ke Indonesia.

"Nah, dialihkan ke kita rata-rata expired datenya pendek antara 1 sampai 3 bulan," tuturnya.

Meskipun jarak menuju kedaluwarsanya pendek, Indonesia tetap menerima hibahan tersebut lantaran membutuhkannya. Lagipula vaksin Covid-19 tersebut diberikan secara gratis dan memiliki kualitas baik.

Sumber : Suara.com

Load More