Metro, Suara.com- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) meluncurkan program pencetakan dan pengiriman buku pengayaan pendukung ke daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T) untuk peserta didik PAUD dan SD di wilayah regional satu yaitu Sumatra.
Kemendikbudristek menggandeng PT Gramedia yang bertugas mencetak buku, sedangkan PT Pos Indonesia ditunjuk untuk pendistribusian buku ke daerah 3T.
Sebanyak 560 judul yang terdiri atas 540 judul buku SD dan 20 judul buku PAUD dikirimkan dari perusahaan percetakan PT Gramedia berkolaborasi dengan PT Pos Indonesia untuk pengiriman ke daerah 3T regional satu. Total buku yang dikirimkan untuk wilayah regional satu ini terdiri atas 4.038.946 eksemplar buku SD dan 46.640 eksemplar untuk buku PAUD. Seluruh anggaran berasal dari Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN), Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Kepala Badan Bahasa, E. Aminudin Aziz, mengatakan bahwa dalam mewujudkan misi mencerdaskan kehidupan bangsa di seluruh Indonesia, Badan Bahasa berkomitmen untuk memfasilitasi dengan ketersediaan sarana yang ada. Diharapkan buku-buku yang telah dicetak ini dapat sampai di tempat tujuan dengan tepat waktu, tepat sasaran, dan aman.
“Selain itu, diharapkan buku-buku ini betul-betul dapat dimanfaatkan dengan baik oleh anak didik kita, supaya dapat meningkatkan minat baca, nilai kemampuan literasi, serta bahasa guna mencetak generasi yang unggul, cerdas, berkarakter, sejalan dengan Profil Pelajar Pancasila,” ujar Aminudin Aziz di Cikarang, Selasa (12/7).
Badan Bahasa memahami perlunya kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menyukseskan GLN. "Kami tidak bisa bekerja sendiri, ketersediaan paket pertama buku perdana yang sesuai kebutuhan anak-anak ini sangat menentukan keberhasilan program ini selanjutnya,” seraya mengajak masyarakat untuk melakukan revolusi pengadaan buku.
"Terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu terselenggaranya GLN. Kita harap agar buku-buku ini bisa sampai kepada anak-anak tepat waktu dan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan," imbuhnya.
Direktur PT Gramedia, Hari Susanto Surjotedjo, menyampaikan komitmennya untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa serta siap ikut berperan dan berkontribusi terhadap pemajuan pendidikan di Indonesia.
“PT Gramedia Printing sangat bangga ikut dalam proyek pencetakan dan pengiriman buku pengayaan dalam mendukung Gerakan Literasi Nasional yang dilaksanakan Kemendikbudristek sejak tanggal 22 Juni 2022 lalu,” katanya.
Baca Juga: Luhut Minta Grab Segera Pindahkan Kantor Pusat ke Indonesia
Hari Susanto mengatakan, Gramedia Printing hadir untuk memberikan komitmen terbaik bagi anak-anak Indonesia. Oleh karena itu, ia menyadari suksesnya GLN sangat ditentukan oleh gerakan bersama semua pihak mulai dari pusat hingga pelosok daerah.
“GLN tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi juga tanggung jawab semua pemangku kepentingan termasuk pengusaha, perguruan tinggi, organisasi sosial, pegiat literasi, orang tua dan masyarakat. Kami akan terlibat dalam setiap kegiatan literasi untuk memastikan dampak positif dari upaya peningkatan daya saing bangsa,” tegasnya.
Perwakilan dari Kepala Unit Bisnis Pemerintahan, PT Gramedia, Ibnu D. Prastowo mengatakan bahwa buku yang dicetak akan dikirim ke 4.739 sekolah di wilayah Sumatra di daerah 3T. Perkembangan pencetakan kita sudah 100 persen selesai, untuk proses jilid masih 89 persen, dan buku yang sudah dikemas mencapai 60 persen. Hari ini kita akan melakukan pengiriman ke daerah yang tersulit dulu yaitu Nias Utara, Kepulauan Mentawai, Kepulauan Bintan, Kepulauan Natuna, Kepulauan Anabas, Kepulauan Nias Barat, Nias Selatan dan Pelawan. Selanjutnya, pengiriman akan menyusul pada 14, 15, 16 dan terakhir 22 Juli pengiriman terakhir ke wilayah Aceh Besar dan Sabang,” jelasnya.
Selain melaksanakan program pencetakan dan pengiriman buku pengayaan literasi, Badan Bahasa bekerja sama dengan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), serta organisasi pegiat literasi lainnya untuk melaksanakan program pendampingan pemanfaatan buku pengayaan literasi di sekolah sasaran. Hal ini dilakukan agar para guru di sekolah yang telah menerima kiriman buku-buku tersebut mampu mengelola dan memanfaatkan secara optimal demi meningkatkan kecakapan literasi peserta didik dalam program yang kreatif, bermakna, dan berkelanjutan.
Badan Bahasa melibatkan sebanyak 32 orang fasilitator pendampingan buku tingkat pusat, 243 orang fasilitator pendampingan buku tingkat regional, 7.609 orang fasilitator pendampingan buku tingkat kabupaten, serta para pegiat literasi di masyarakat.
Total jumlah buku yang dicetak oleh Badan Bahasa tahun 2022 ini yaitu sebanyak 20 judul untuk buku PAUD (119.260 eksemplar) dan 540 judul untuk buku SD (12.767.902 eksemplar). Dalam mencetak buku-buku tersebut, Badan Bahasa menggunakan mekanisme lelang dan yang memenangkan lelang tersebut adalah PT Gramedia (Cikarang), PT Pura Barutama (Kudus), PT Macananjaya Cemerlang (Klaten), dan PT Temprina Media Grafika (Gresik).
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah
-
DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square
-
Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek
-
Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta
-
Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook
-
PTBA Bina Karakter Siswa Ring 1, Anak-anak Disiapkan Jadi Generasi Unggul Masa Depan
-
Sepatu Lari untuk 'Easy Run': 5 Merek yang Bikin Lari Santai Terasa Lebih Menyenangkan
-
5 Rekomendasi Sepatu Lokal Paling Hits April 2026: Kualitas Premium, Harga Bersahabat
-
Terkuak Dugaan Modus Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar, Dana Petani Tambak Udang Diduga Tak Tepat Sasaran
-
5 Alasan Bupati Bogor Rudy Susmanto Sebut Pameran APFI 2026 Sebagai 'Lorong Sejarah' Bangsa