Metro, Suara.com- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Taufik Madjid menyatakan, pemerintah dan perguruan tinggi harus saling bersinergi untuk melakukan pendampingan masyarakat dalam meningkatkan kualitas SDM.
Sebagai lahan terbesar dalam aktualisasi semua kebijakan dan pembelajaran yang dilakukan, masyarakat harus didampingi sehingga membangun desa dan Indonesia terlaksana secara utuh.
"Laboratorium terbesar bagi kampus ya di masyarakat, lahan terbesarnya ada di desa. Jadi apa yang dilakukan bapak ibu di kampus dan kebijakan yang kita putuskan di Kemendes harus diaktualisasikan di desa, mendampingi dan memberdayakan masyarakat dengan kunci adanya peningkatan kapasitas dan peningkatan kepemilikan aset desa. Kalau dua ini tidak terwujud maka PR kita selesai," ujar Sekjen Taufik Madjid dalam audiensi dengan Universitas Negeri Malang (UM) di Jakarta, Kamis (4/8/2022).
Pada kesempatan ini Taufik Madjid menyampaikan pentingnya kolaborasi antar pihak terkait dalam hal ini Kemendes dengan UM untuk mewujudkan program prioritas nasional yaitu pengentasan kemiskinan ekstrem sampai 0 persen pada 2024, penurunan angka stunting sampai 14 persen pada 2024, dan peningkatan ketahanan pangan.
Selain peran aktif dari seluruh steakholder, aktor utama yaitu masyarakat juga harus memiliki kualitas SDM yang cukup. Pasalnya semua pendampingan yang dilakukan oleh pemerintah maupun perguruan tinggi harus tetap dilanjutkan secara mandiri sehingga desa terus tumbuh sesuai dengan potensinya masing-masing.
"Kami butuh perguruan tinggi untuk berkolaborasi dalam pemberdayaan masyarakat dan tentu saja meningkatkan kualitas SDM masyarakat kita. Kolaborasi harus kita rintis dan lakukan sebagaimana kita tahu beberapa program prioritas nasional yang harus kita dukung bersama. Mulai dari pengentasan kemiskinan ekstrem, penurunan stunting, dan persoalan ketahanan pangan," jelas Taufik Madjid.
Perguruan tinggi memiliki ruang gerak yang luas dalam melaksanakan pembangunan di desa dengan memanfaatkan berbagai jaringannya. Dengan Kemendes PDTT, dibentuk sebuah forum bernama Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides) sehingga keduanya dapat saling melengkapi dalam membangun desa sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.
Hal ini juga semakin lengkap dengan kebijakan merdeka belajar yang menjadikan desa sebagai salah satu ruang pendidikan. Salah satu program studi yang bisa mempraktikkan kebijakan tersebut dan bekerjasama dengan Kemendes adalah Pendidikan Luar Sekolah (PLS) dan langsung berhadapan dengan masyarakat desa.
Kepala Departemen PLS UM Zulkarnain Nasution berharap agar pemberdayaan masyarakat oleh para maahasiswa dari program studi tersebut bisa dilaksanakan lebih luas dari sebelum-sebelumnya.
Baca Juga: Ciptakan Peluang Kerja yang Efisien Lewat Job Fair Virtual
"Kami ada di pendidikan luar sekolah yang sangat berharap agar mahasiswa kami bisa lebih aktif melakukan pemberdayaan masyarakat dengan kerjasama yang kita lakukan bersama Kemendes. Kami benar-benar ingin kolaborasi ini membawa dampak positif untuk mahasiswa yang sedang dalam proses belajar maupun masyarakat yang membutuhkan pendampingan sehingga kualitasnya semakin baik," ungkap Zulkarnain.
Sebagai dasar hukum kerjasama ini, Kemendes PDTT dan UM akan kembali memperbaharui kesepahaman bersama dan perjanjian kerja bersama yang telah berakhir pada Juni 2020.
Turut hadir dalam audiensi tersebut Dirjen PDP Sugito, Kepala BPSDM Luthfiyah Nurlela, dan Kepala Biro Humas Erlin Chaerlinatun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah
-
DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square
-
Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek
-
Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta
-
Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook
-
PTBA Bina Karakter Siswa Ring 1, Anak-anak Disiapkan Jadi Generasi Unggul Masa Depan
-
Sepatu Lari untuk 'Easy Run': 5 Merek yang Bikin Lari Santai Terasa Lebih Menyenangkan
-
5 Rekomendasi Sepatu Lokal Paling Hits April 2026: Kualitas Premium, Harga Bersahabat
-
Terkuak Dugaan Modus Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar, Dana Petani Tambak Udang Diduga Tak Tepat Sasaran
-
5 Alasan Bupati Bogor Rudy Susmanto Sebut Pameran APFI 2026 Sebagai 'Lorong Sejarah' Bangsa