Metro, Suara.com-Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menggelar Regional Forum on Village Resouces Management and Poverty Eradication di Obyek Wisata Semara Ratih, Desa Taro, Kabupaten Gianyar, Bali pada Kamis (21/7/2022).
Arah kebijakan dari kegiatan ini sesuai dengan Framework Action Plan on Rural Development and Poverty Eradication (FAP RDPE) 2021-2025 yang telah disepakati bersama antar 10 (sepuluh) negara ASEAN yang mengambil tema pengembangan desa wisata.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil, Provinsi Bali, Putu Anom Agustina mewakili Gubernur Provinsi Bali. Turut hadir secara virtual, Head of the Poverty Eradication and Gender Division dari ASEAN Secretariat Chusana Han.
Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Sugito mengatakan, Indonesia memiliki 74.961 Desa dengan topografi yang beragam mulai dari daratan yang luas, sampai dengan lautan dan pulau-pulau kecilnya. Selain itu, laju pertumbuhan penduduk yang terus bertambah 1,1% per tahun merupakan tantangan yang cukup besar dalam upaya pengentasan kemiskinan, pemenuhan kebutuhan dan pencapaian kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
"Salah satu sektor yang dapat mendongrak peningkatan ekonomi dalam pengentasan kemiskinan adalah sektor pariwisata yang juga sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan adanya peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, perjalanan wisatawan nusantara, peningkatan penerimaan devisa, penyerapan tenaga kerja pariwisata, dan kenaikan indeks daya saing pariwisata Indonesia," kata Dirjen Sugito.
Pariwisata berbasis masyarakat merupakan level terendah dalam mengupayakan pengembangan sektor pariwisata, salah satunya adalah dengan pengembangan Desa Wisata. Hal ini dikarenakan adanya partisipasi masyarakat lokal dalam mengembangkan dan mengelola wisata yang terdapat di daerahnya dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakat.
Pengembangan desa wisata yang dilakukan memiliki manfaat antara lain peningkatan taraf hidup masyarakat serta pelestarian budaya dan tradisi, peciptaan lapangan kerja baru, peningkatan keberadaan industri kecil dan menengah, serta perluasan promosi produk lokal. Hal ini tentunya akan memberikan dampak positif bagi tingkatkehidupan warga masyarakat.
Dipaparkan Dirjen Sugito, data dari Pusdatin, Kementerian Desa PDTT, hingga tahun 2021 tercatat terdapat 57.273 BUMDes di seluruh Indonesia, dimana 5.043 BUMDes diantaranya mengelola Desa Wisata sebagai salah satu unit usahanya. Sebagai salah satu upaya untuk mendorong kebangkita Desa Wisata di Indonesia menuju Desa Maju dan Mandiri, Kementerian Desa PDTT menyelenggarakan Lomba Promosi Desa Wisata Nusantara Tahun 2022 yang dilaksanakan pada bulan Januari-Juni 2022.
Pada periode ini sebanyak 1.407 desa/BUMDes telah mendaftarkan potensi wisatanya ke dalam Aplikasi Desa Wisata Nusantara, yang selanjutnya telah terpilih 30 desa dengan peringkat tertinggi mendapatkan like dalam aplikasi Desa Wisata Nusantara dan telah menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia pada Juni 2022 lalu.
Baca Juga: Rumah Singgah Siger PMI Lampung Diresmikan
"Dalam agenda Regional Forum on Village Resources Management for Rural Development and Poverty Eradication, diharapkan kita mampu mengakomodir isu-isu desa dan perdesaan terutama terkait pengembangan desa wisata di Indonesia khususnya, dan di kawasan ASEAN pada umumnya," kata Dirjen Sugito.
Lewat forum ini ia mengajak membangun kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan seluruh stakeholder dalam pengembangan desa wisata dalam rangka pembangunan desa dan perdesaan agar mampu bersinergi dan memiliki daya saing sehingga memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara dan secara luas untuk kemajuan kawasan ASEAN," sambung Dirjen Sugito.
Sugito juga menekankan harapannya bahwa setiap anggota ASEAN dapat membangun kolaborasi lintas sektor lintas negara di dalam kawasan ASEAN untuk menciptakan pilot project bersama di tahun mendatang.
Selanjutnya, setiap negara dapat menetapkan 3 (tiga) lokasi pilot project bersama dalam rangka pengembangan desa wisata, pembelajaran bersama serta penyusunan paket wisata bersama diantara negara-negara di ASEAN. Dan yang terakhir menyampaikan permohonan agar ASEAN Secretariat dapat fasilitasi dan melakukan follow up hasil dari pertemuan ini sehingga dapat terwujud ASEAN Network dalam rangka pengembangan desa wisata bersama di tingkat regional ASEAN.
Pertemuan ini berlangsung secara hibrid yang melibatkan peserta luring maupun daring. Peserta luring dihadiri perwakilan peserta dari 3 negara ASEAN, yaitu Thailand, Vietnam dan Malaysia, serta segenap perwakilan dari K/L Pusat antara lain dari Kemenko PMK, Direktur Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN dari Kementerian Luar Negeri, Kominfo, Direktur Rentek, Ditjen PDP dan Direktur PPKT, Ditjen PPKTrans dari Kementerian Desa PDTT.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL