Metro, Suara.com- Anggota DPD RI Provinsi Lampung dr. Jihan Nurlela mengapresiasi pelatihan jurnalistik tingkat lanjut Majalah Puspita, bagi guru se kabupaten Lampung Timur di Aula Korwil Dinas Pendidikan Lampung Timur,Sribawono, Minggu (7/8/2022).
Majalah Puspita merupakan majalah yang diterbitkan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Lampung Timur. Harapannya, majalah ini menjadi ruang bagi guru di Lamtim untuk mencurahkan ide dan gagasannya.
Hadir dalam acara ini, Kepala Dinas Pendidikan Lamtim Hi. Marsan, Spd, Ing., CEO Majalah Puspita Lamtim Agus Setia Budi, Spd, MM, dan korwil pendidkan se Lampung Timur serta guru-guru yang terlibat dalam majalah Puspita.
Senator Jihan mengapresiasi pelatihan jurnalistik lanjutan Majalah Puspita (Pusat Informasi Anggota) Lampung Timur ini.
“Saya mengapresiasi, ide dan gagasan dari teman-teman Puspita yang mengadakan pelatihan jurnalistik. Karena melalui tulisan kita dapat menyampaikan ide dan gagasan kita. Seperti kata Novelis Pramoedia Ananta Tour, sepintar apapun kita, kalau tidak menulis kita akan ditelan bumi, tidak ada dalam sejarah,” ujarnya.
Menurutnya lewat adanya majalah Puspita para guru yang ada di Lamtim khususnya dapat menuangkan ide dan gagasan sekaligus menuliskan hobi dalam berbagai rublik di majalah ini.
“Artinya dengan cara menuliskan kita mengabadikan sesuatu, karena itu saya apresiasi betul adanya majalah Puspita ini,, karena dengan cara menulis kita bisa memediasi apa yang menjadi aspirasi, yang harus disampaikan, ide, gagasan, hobi yang patut dituangkan dalam majalah tersebut,” ungkap senator kelahiran Lampung Timur ini.
Adik kandung wakil gubernur Lampung CHusnunia ini juga menyampaikan pentingnya nilai kebangsaan bagi bagi awak media. Khususnya, para guru yang tergabung dalam majalah Puspita.
“Jurnalis, media salah satu yang berperan penting menjaga keutuhan NKRI. Karena saat ini semua informasi sudah tidak ada batasan. Kalau tidak menjaga tulisan itu dengan baik, seuai fakta, dapat menimbulkan perpecahan. Karena itu, pers, media, jurnalis, sangat penting dibekali dengan ilmu tentang NKRI, Kebhinekaan, UUD 1945 dan Pancasila,” tandasnya.
Baca Juga: Dorong UMKM Naik Kelas, Inilah Berbagai Bentuk Dukungan Pemerintah
Ia mencontohkan, kasus berkembangnya Khilafatul Muslimin di Lampung dapat diketahui dari pemberitaan media.
“Apalagi sekarang kita banyak kecolongan, seperti Khilafatul Muslimin, kalau tidak disuarakan media kita tidak tahu. Syukur ada teman media yang menginformasikan ada gerakan itu di sini, sehingga bisa dicegah, dan Alhamdulillah mereka sudah kembali ke NKRI sekarang,” urainya.
Peran media sebagai pemersatu bangsa, ia harapkan diterapkan guru-guru yang menjadi awak jurnalis di Majalah Puspita ini.
“Media itu juga mempersatukan tetapi juga bisa mencerai berai. Karena kalau tulisan itu tidak berdasarkan data, faktual, sifatnya mengadu domba dapat membuat perpecahan di bawah,” tegasnya.
Jihan pun berharap ke depan Majalan Puspita bisa menjadi majalah komersil, bukan hanya milik komunitas guru saja.
“Siapa tahu nanti Puspita menjadi malahan nomor satu di Lampung, menjadi majalan komersil yang bisa menambah income. Saya akan dukung itu, nanti saya pasang iklan ucapan, misalnya saat HUT 17 Agustus,” imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian