Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar menegaskan keberhasilan membangun Indonesia akan dimulai dari level Desa.
Konsep pembangunan desa yang dirumuskan dalam SDGs Desa disertai data yang valid akan menjadi gerbong utama percepatan capaian kesejahteraan warga desa.
Hal tersebut disampaikan Gus Halim sapaan akrab Menteri Abdul Halim Iskandar dalam ‘Press Gathering ngopi bareng Gus Menteri’ bersama para awak media di Kantor Kementerian Desa PDT, dan Transmigrasi di Jakarta, pada Kamis (11/8/2022).
“Diksi-diksi dari SDGs Desa sendiri kita sederhanakan. Semisal, menyelesaikan kemiskinan dimana pun berada, itu jika bicara konsep secara global. Maka di SDGs Desa kita sederhanakan menjadi Desa tanpa kemiskinan. Jadi semua kita tarik ke desa, karena keberhasilan itu memang levelnya (fokus) mulai dari desa,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Gus Halim meminta kepada seluruh awak media yang hadir untuk menjadi sayap penyiar program pembangunan desa. Dengan formulasi arah pembangunan desa yang terstrukur itu, akan menjadi representasi standar pencapaian seluruh pemangku kepentingan (stake holder) baik di level pusat, daerah, hingga pemerintah desa juga akan ikut merasakan 84 persen percepatan tujuan pembangunan desa berkelanjutan.
Seluruh goals tadi menurut Gus Halim, mencapai target yang diharapkan, itu sama dengan mempercepat menyelesaikan 84 persen capaian tujuan pembangunan desa berkelanjutan.
"Keberhasilan setiap desa itu akan menjadi ukuran pemerintah mulai dari tingkat Kecamatan, Kabupaten, Provinsi dan Pusat dari total 74.961 desa yang ada di Indonesia ini akan merasakan dampak pembangunan yang berlangsung dengan tepat sasaran,” paparnya.
Terkait pertanyaan soal alokasi dana desa untuk apa, Gus Halim dengan tegas mengatakan tidak ada batasan untuk dana desa, selama digunakan untuk kepentingan warga desa, meliputi pemulihan di sektor ekonomi serta peningkatan sumber daya manusia.
Namun demikian, Gus halim menjelaskan Kementerian Desa tetap konsisten setiap tahunnya menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) yang mengarahkan terhadap konsep prioritas penggunaan Dana Desa.
Baca Juga: MenKopUKM Apresiasi Kerjasama Perdagangan Antara Jawa Barat dan Sumatera Selatan
Sehingga penguatan data SDGs Desa dapat menghasilkan pemanfaatan dana desa yang transparan dan tepat sasaran. Dengan konsep itu, pembangunan berdasarkan SDGs Desa akan menghasilkan output ke arah perencanaan pembangunan desa berbasis kondisi faktual lantaran menggunakan prinsip 'no one left behind' atau tidak ada satu pun yang terlewatkan.
“Namun sebagai amanat UUD, Kementerian Desa setiap tahun harus megeluarkan permen prioritas dana desa. Dari sanalah kita memberikan arahan dana desa yang merupakan transfer APBN, itu bisa selaras dengan RPJMN, selaras dengan strategi pembangunan nasional,” pungkas Gus Halim.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Malaysia Masters 2026: Lolos Babak Utama, Kadek Dhinda Tantang Jagoan Thailand
-
Media Turkiye Soroti Langkah Hukum Indonesia usai WNI Ditahan Israel di Global Sumud Flotilla
-
Teks Pidato Resmi Menteri Komunikasi dan Digital untuk Upacara Harkitnas 2026
-
BRIN Ingatkan Prabowo soal Reformasi Politik, Khawatir Pemilu 2029 Bisa Bermasalah
-
Gubernur Bobby Nasution Targetkan RS Internasional Sumut Beri Layanan Medis Kelas Dunia
-
Iritnya Sedan Murah Suzuki Bisa 29,7 Km per Liter, Harga Mirip Brio
-
7 Rekomendasi Parfum Pria Tahan Lama di Alfamart yang Wanginya Nagih
-
Bakal 'Sakti' Seperti KPK, Komnas HAM Diusulkan Bisa Lakukan Penyidikan dan Tuntut Pelanggar HAM
-
Jelang Laga Krusial Manchester City, Mikel Arteta Mendadak Jadi Suporter Bournemouth
-
Kenapa Orang Rela Antre demi AP x Swatch? Fenomena FOMO dan Budaya Luxury