Metro, Suara.com- Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tahun 2022 untuk siswa Madrasah Aliyah (MA) tingkat Kabupaten/Kota digelar secara luring serentak di seluruh Kabupaten/Kota se-Indonesia 13 - 15 Agustus 2022.
Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah M Isom Yusqi mengatakan KSM yang digelar dengan Computer Based Test (CBT) ini akan berlangsung tiga hari, 13 - 15 Agustus 2022.
"Ini hari pertama, khusus untuk siswa Madrasah Aliyah. Besok Madrasah Tsanawiyah dan terakhir pada hari Senin mendatang untuk Madrasah Ibtidaiyah," ujar Isom di Jakarta, Sabtu (13/8/2022).
"Alhamdulillah untuk Madrasah Aliyah diikuti 42.386 siswa dari berbagai daerah di Indonesia," sambungnya.
Isom menambahkan, tahun ini, KSM baik jenjang MA, MTs, maupun MI, dilaksanakan pada 1.956 titik lokasi ujian. Mayoritas mengikuti ujian secara terpusat pada lokasi yang ditentukan oleh panitia kabupaten/kota. Ada sekitar 10% peserta yang mengikuti ujian di madrasah masing-masing.
"Sebagian kabupaten/kota tidak bisa melaksanakan ujian di lokasi yang ditetapkan panitia karena kondisi yang tidak memungkinkan," jelas Isom.
Topologi wilayah berupa kepulauan seperti di Aceh dan Ternate serta bentang wilayah pegunungan yang sangat luas seperti Papua, menurut Isom, tidak memungkinkan bagi peserta untuk mengikuti ujian terpusat. "Kondisi wilayah yang seperti itu tidak bisa dipaksakan pelaksanaan terpusat seperti di tempat lain. Sehingga digelar di madrasah masing-masing,” papar Isom.
Isom memastikan semuanya tetap bisa dilayani dengan baik. Sebab, panitia sudah mempersiapkannya secara matang, tidak terkecuali tim aplikasi.
“Untuk KSM siswa MA hari ini secara umum berjalan lancar. Ada sedikit gangguan akibat pemadaman PLN di beberapa tempat, namun bisa diantisipasi," ujar Kasubdit Kesiswaan KSKK Madrasah Nanik Pujiastuti yang juga penanggung jawab KSM.
Baca Juga: Kemenag Buka Rekrutmen 6.000 Pendamping di 13 Propinsi Proses Produk Halal
Menurutnya, ada enam mata pelajaran yang diujikan pada KSM jenjang MA/SMA, yaitu: Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Geografi. Dalam pelaksanaanya, keenam mata uji itu dibagi menjadi tiga sesi waktu ujian.
Nanik Pujiastutik bersyukur antusias dan partisipasi peserta tahun ini meningkat, mencapai 97,5%. Dalam dua tahun terakhir, angka partisipasi berada dalam kisaran 89%.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Brigjen Victor Alexander Lateka Jabat Ketum PABKI, Siap Bawa Transformasi Besar
-
Angkasa Pura Jelaskan Mengapa Penumpang Bawa Sabu Bisa Lolos di Bandara
-
Apakah Boleh Kurban Pakai Utang atau Cicilan? Begini Hukumnya dalam Islam
-
Ingin Rasakan Tempat Tenang di Makassar? Coba Kunjungi 11 Perpustakaan Ini
-
Akademi Persib Bandung Juara U-18, Rebut Tiket ke Soccer League All-Stars
-
Polemik Laut China Selatan Kini Jadi Perang Dingin Digital, Bagaimana Nasib Natuna?
-
Sumsel United Kampiun Edisi Pertama EPA Championship, ILeague Angkat Topi Kejauraan Lancar
-
3 Dampak Tahun Kuda Api 2026 bagi Kesehatan: Emosi Mudah Naik hingga Stres
-
Apa Itu Pendidikan Berbasis Kasih Sayang? Untuk Melahirkan Generasi Berkarakter
-
RPH Giwangan Siapkan Kuota 465 Hewan Kurban, Pemkot Yogya Larang Keras Panitia Cuci Jeroan di Sungai