Metro, Suara.com- Komunitas Metro Kreatif Movement memiliki cara yang unik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait sampah. Cara unik ini diwujudkan lewat gelaran Hunting History ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) di Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Metro Utara, Sabtu, (29/10/2022).
Danel dari Komunitas Metro Kreatif Movement mengatakan bahwa persoalan sampah terus meningkat seiring dengan peningkatan aktivitas masyarakat kota dan menjadi salah satu tantangan dan persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah perkotaan.
"Hal ini menjadi tanggung jawab bersama. dimana perlu adanya solusi bersama baik masyarakat maupun pemerintah setempat,'ujarnya.
Gerakan Komunitas Metro Kreatif Movement ini sendiri dikatakanya sebagai ajang kumpul dan silahturahmi warga kreatif Kota Metro untuk saling sharing dan berbagi cerita, ide dan inspirasi
Kegiatan Hunting History ini sendiri dimulai dari Taman Merdeka pada pukul Sabtu pagi (29/10/2022) menuju Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) di Kelurahan Karang Rejo.
Sementara itu Ryan dari SSCI Metro mmengatakan bahwa kegiatan ini salah satunya bertujuan untuk sarana edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya lebih bijak menggunakan barang agar mengurangi produksi sampah di masyarakat.
Selain itu menurutnya kegiatan ini mencoba memberikan wawasan dan edukasi ke masyarakat kota metro tentang kemana saja sampah yang selama ini kita buang bermuara serta bagaimana pengolahan sampahnya.
“Kedepannya, komunitas ini diharapkan menjadi wadah yang dapat memantik gerakan positif (positive movement) kepada masyarakat terutama milenial untuk mencintai dan berkontribusi kepada kota kelahirannya dengan prinsip sukarela dan semangat gotong royong,” pungkasnya.
Baca Juga: Lewat Buku, Fizul Bangun Diskursus Pengelolaan Sampah dan Ekonomi Sirkular di Metro
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Generasi Muda Makin Ramai Masuk Bisnis Waralaba, Mengapa Sektor F&B hingga Ritel Jadi Favorit?
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Lolos dari Lubang Jarum, Ekuador Tebas Jerman dan Melaju ke Babak 32 Besar
-
LPS Pastikan Keamanan Tabungan, Ratusan Juta Rekening Dijamin hingga Rp2 Miliar
-
Zulhas Respons Keluhan Mitra MBG, Janji Libatkan dalam Perumusan Kebijakan
-
Makan Siang Terakhir di Coban Gede: Keriangan 9 Pelajar SMKN 1 Gempol Berujung Tragedi
-
Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna: Teman Teduh Memeluk Kerapuhan
-
Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Tembus Rp17.995, Pasar Waspadai Kebijakan The Fed
-
DSI Diminta Jadi Operator Bisnis, Bukan Regulator Baru