Bakal koalisi yang akan mendukung Anies Baswedan atau yang disebut Koalisi Perubahan yang berisi Partai NasDem, Demokrat, PKS tak kunjung melakukan deklarasi bersama.
Lambatnya deklarasi ini menurut pengamat politik sekaligus akademisi Rocky Gerung bakal menimbulkan kesan lemah pada Anies Baswedan sendiri.
Oleh karena itu, Rocky menyebutkan bahwa perlu dipercepatnya deklarasi koalisi. Pasalnya jika tidak, hal ini bisa dijadikan kesempatan untuk Ketua KPK Firli Bahuri meringkus Anies.
“Mungkin minggu depan harus diucapkan. Kalau tidak mereka menyiksa Anies. Siksaan itu justru dibaca orang semacam Pak Firli, ‘Kalau begitu kita hajar dulu Anies sebelum dia ada wakil presiden',” kata Rocky Gerung.
Rocky menyebutkan bahwa jika Anies memiliki basis koalisi yang kuat, maka upaya penjegalan akan memiliki peluang yang lebih kecil.
“Bayangkan kalau Anies sudah dideklarasikan harusnya sudah punya wakil presiden, nah itu KPK agak sulit karena KPK anggap Anies punya dukungan publik yang kuat,” tuturnya.
Lebih lanjut, Rocky juga menyoroti manuver Partai Demokrat masih ngotot agar Ketua Umum mereka yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) wajib jadi cawapres Anies.
Sementara PKS juga masih menginginkan kursi cawapres untuk kader mereka.
“Mungkin Pak Surya Paloh tahu bahwa dia nanti akan ada di belakang layar karena SBY akan tampil, itu pasti akan terjadi dalam komunikasi politik tetapi orang akan ingat bahwa Surya Paloh adalah king maker yang cerdas dan cerdik,” ujarnya.
Baca Juga: Ajak Anak Main TikTok, Paras Tampan Putra Della Puspita Bikin Mata Netizen Tak Kedip
PKS yang juga disebut mengusahakan agar kadernya yakni Ahmad Heryawan (Aher) bisa jadi cawapres, menurut Rocky akan dilakukan pendekatan oleh Surya Paloh agar bisa “mengalah”.
“PKS lagi diloby supaya nggak terlalu baper lah kira-kira begitu,karena ini kepentingan untuk mencari figur yang jadi antitesis terhadap Jokowi,” ujarnya.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Berita Terkait
-
Dielu-elukan di Akhir Jabatan, Rocky Gerung Ingatkan Jokowi soal Momen Sebelum Lengsernya Soekarno dan Soeharto
-
'Jokowi Tak Pakai Sutra Lagi, Tapi Telanjang' Rocky Gerung Kritik Dugaan Pengerahan Aparat Buat Sambut Blusukan Presiden
-
Gegara Masuk Golkar, Ridwan Kamil Disinggung Kacang Lupa Kulit Pernah Ditolong PKS-Gerindra-NasDem
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
BBW Jakarta 2026 Buka 24 Jam Nonstop, Bisa Belanja Buku Tengah Malam hingga Dini Hari
-
Korban Bertambah, Kasus Ayah Cabuli Anak Kandung di Sekadau Kini Seret Keponakan 10 Tahun
-
Katalog Promo Indomaret Terbaru, Serba Gratis! Salonpas Beli 1 Gratis 1, Teh Botol hingga Bebelac
-
Pemburu Diskon Merapat! Promo Alfamart Siap Santap Hemat Mantap, Sosis dan Bakso Murah
-
Cara Refund Tiket Kereta Api 100 Persen Imbas Kecelakaan di Bekasi, Bisa Lewat HP
-
Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB
-
Mengapa Kereta Api Sulit Berhenti Mendadak? Belajar dari Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
Proaktif, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perlindungan Korban Kecelakaan KRL Bekasi
-
Heboh BKPSDM Muratara Digerebek Polisi, Benarkah Ada Jual Beli Kenaikan Pangkat ASN?