/
Jum'at, 20 Januari 2023 | 15:59 WIB
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Anies Baswedan. (Suara.com/Alfian Winanto)

Bakal koalisi yang akan mendukung Anies Baswedan atau yang disebut Koalisi Perubahan yang berisi Partai NasDem, Demokrat, PKS tak kunjung melakukan deklarasi bersama. 

Lambatnya deklarasi ini menurut pengamat politik sekaligus akademisi Rocky Gerung bakal menimbulkan kesan lemah pada Anies Baswedan sendiri. 

Oleh karena itu, Rocky menyebutkan bahwa perlu dipercepatnya deklarasi koalisi. Pasalnya jika tidak, hal ini bisa dijadikan kesempatan untuk Ketua KPK Firli Bahuri meringkus Anies. 

“Mungkin minggu depan harus diucapkan. Kalau tidak mereka menyiksa Anies. Siksaan itu justru dibaca orang semacam Pak Firli, ‘Kalau begitu kita hajar dulu Anies sebelum dia ada wakil presiden',” kata Rocky Gerung. 

Rocky menyebutkan bahwa jika Anies memiliki basis koalisi yang kuat, maka upaya penjegalan akan memiliki peluang yang lebih kecil. 

“Bayangkan kalau Anies sudah dideklarasikan harusnya sudah punya wakil presiden, nah itu KPK agak sulit karena KPK anggap Anies punya dukungan publik yang kuat,” tuturnya. 

Lebih lanjut, Rocky juga menyoroti manuver Partai Demokrat masih ngotot agar Ketua Umum mereka yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) wajib jadi cawapres Anies. 

Sementara PKS juga masih menginginkan kursi cawapres untuk kader mereka. 

“Mungkin Pak Surya Paloh tahu bahwa dia nanti akan ada di belakang layar karena SBY akan tampil, itu pasti akan terjadi dalam komunikasi politik tetapi orang akan ingat bahwa Surya Paloh adalah king maker yang cerdas dan cerdik,” ujarnya.

Baca Juga: Ajak Anak Main TikTok, Paras Tampan Putra Della Puspita Bikin Mata Netizen Tak Kedip

PKS yang juga disebut mengusahakan agar kadernya yakni Ahmad Heryawan (Aher) bisa jadi cawapres, menurut Rocky akan dilakukan pendekatan oleh Surya Paloh agar bisa “mengalah”.

“PKS lagi diloby supaya nggak terlalu baper lah kira-kira begitu,karena ini kepentingan untuk mencari figur yang jadi antitesis terhadap Jokowi,” ujarnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Load More