Kunjungan Presiden Joko Widodo atau Jokowi ke Pasar Airmadidi di Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (19/1/2023) malah menuai respons keras dari pengamat politik sekaligus akademisi Rocky Gerung.
Blusukan Jokowi ke pasar tersebut dianggap Rocky sebagai upaya untuk melancarkan perpanjangan periode presiden yang bakal usai pada 2024 mendatang.
"Kita lihat kontras etik antara pemimpin yang mengerti hakekat kekuasaan dan yang mengekspoitasi kekausaan, Pak Jokowi ingin tiga periode makanya dia blusukan terus bahkan mengrahkan aprat," ujar Rocky Gerung.
Menurut Rocky Gerung, tak ada gunanya presiden Jokowi melakukan blusukan sementara elaktabilitasnya sudah merosot.
"Kan data terakhir Indonesia masuk 100 dari negara termiskin di dunia, itu artinya gagal, kalau gagal ngapain perpanjang ngapain blusukan, bahkan di Minahasa terlihat bahwa memang ada mobilisasi," kata Rocky Gerung
"Jadi saya kenal sifat kuasa yang mendekatkan diri dengan cara yang enggak masuk akal, kita tahu di mana ada jokowi di situ aa rakyat berkumpul tapi dimobilisasi," tambahnya.
Lebih lanjut Rocky Gerung bahkan menganggap bahwa Jokowi sudah layaknya telanjang tanpa power. Apalagi menurutnya ada dugaan mobilisasi massa pasar dengan mengerahkan aparat.
"Jokowi tidak punya power, makanya blusukan sambil lempar hadiah. Orang di sekitanya bilang Jokowi masih pakai sutra padahal semua orang yang pakai otak tahu bahwa beliau telanjang," ujar Rocky Gerung.
"Ini pemerintahan boros politik tapi miskin etika," tuturnya.
Baca Juga: Terlilit Hutang? Bacalah Sholawat Melancarkan Rezeki untuk Bayar Utang Ini!
Jokowi Cek Bahan Pokok
Diketahui bahwa salah satu tujuan Jokowi mengunjungi pasar tersebut untuk mengecek harga bahan pokok. Usai berdialog dengan pedagang, Jokowi menyebut harga-harga bahan pokok di Sulawesi Utara masih stabil.
"Biasa, mengecek harga-harga, utamanya harga sembako, beras, minyak. Saya kira di Sulawesi Utara kondisinya stabil, inflasi juga sangat terjaga di angka 4 persen di Kota Manado dan sekitarnya saya kira sangat baik," kata Jokowi.
Pada saat akan memasuki mobil untuk melanjutkan perjalanan, tampak ribuan masyarakat memenuhi jalan. Melihat jalan yang menjadi sempit karena dipenuhi masyarakat yang akan menyebabkan kendaraan bergerak perlahan, Jokowi lantas memilih berjalan kaki sambil membagikan kaus.
Setelah berjalan kaki selama 30 menit, Kepala Negara memasuki kendaraan untuk melanjutkan perjalanan menuju Bendungan Kuwil Kawangkoan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
7 Barang Viral yang Bikin Jastip Jakarta Kebanjiran Order Saat Long Weekend
-
Sah! Legenda Balap Nasional Ananda Mikola Resmi Pimpin MGPA
-
Timnas Indonesia Siapkan Senjata Rahasia, Jepang hingga Qatar Bisa Kaget di Piala Asia 2027!
-
Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir
-
Pinkan Mambo dan Arya Khan Rujuk: Cinta Kami di Luar Batas
-
Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP
-
Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat
-
7 Restoran Keluarga di Palembang yang Cocok buat Makan Besar saat Long Weekend, Harga Ramah Kantong
-
Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi
-
Harga Samsung Galaxy S26 Series di Indonesia, Varian Mana Paling Worth It?